Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Halal Bihalal Keluarga Wattimena: Pererat Persaudaraan, Rawat Warisan Leluhur

9
×

Halal Bihalal Keluarga Wattimena: Pererat Persaudaraan, Rawat Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Keluarga Besar Wattimena Satu Moyang menggelar acara Halal Bihalal pada Minggu, 10 Mei 2026, di Gedung Ashari Alfatah Ambon. Kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk mempertemukan kembali anggota keluarga lintas generasi, saling memaafkan, serta memperkuat ikatan persaudaraan yang diwariskan oleh para leluhur.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku yang mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, jajaran Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Wakil Bupati Seram Bagian Timur, pimpinan DPRD Kota Ambon, Ketua Sinode GPM, Ketua MUI Maluku, camat dan raja se-Kota Ambon, tokoh agama, tokoh adat, sesepuh keluarga Wattimena, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Maluku Sadali Ie, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Halal Bihalal bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wujud nyata upaya menjaga dan merawat persaudaraan.

“Nama Keluarga Wattimena Satu Moyang sudah menjadi bukti nyata bahwa kita semua berasal dari satu akar dan asal-usul. Nilai persatuan, kebersamaan, dan hidup rukun yang kalian jaga, sangat sejalan dengan jati diri masyarakat Maluku, yaitu semangat Orang Basudara,” ujar Gubernur.

Ia menambahkan, momen usai puasa Ramadan ini adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan berkomitmen tetap bersatu. Nilai kebersamaan ini disebut sebagai kekayaan berharga, tidak hanya bagi keluarga Wattimena, tapi juga modal penting bagi seluruh masyarakat Maluku dalam membangun daerah menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera.

Gubernur juga mengajak seluruh keluarga Wattimena untuk terus menjadi teladan perekat persatuan di tengah masyarakat. Nilai-nilai luhur leluhur diminta terus diwariskan kepada anak cucu, agar mereka tetap mengenal asal-usul dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar ini. Pemerintah Provinsi Maluku pun menegaskan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan yang bertujuan menjaga persatuan dan budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Patrick Moenandar, mengaku bersyukur acara berjalan lancar. Menurutnya, kegiatan ini terlaksana berkat kerja keras panitia dan dukungan seluruh keluarga Wattimena yang bergotong royong.

“Halal bihalal ini kesempatan berharga bagi kita semua untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menjaga hubungan kekeluargaan. Semangat kebersamaan yang tumbuh saat Ramadan ingin kami lanjutkan di sini,” ujar Patrick.

Dalam acara tersebut, juga digelar pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, doa bersama, ramah tamah, serta penyerahan santunan kepada 20 anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial keluarga Wattimena. Patrick menegaskan seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.

Ketua Umum Keluarga Besar Wattimena Satu Moyang, Purnawirawan AKBP John Wattimena, S.Sos., menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Baginya, Halal Bihalal adalah cara menjaga hubungan agar keluarga yang jauh terasa dekat kembali.

“Tujuannya sederhana: supaya anak cucu tahu, mereka berasal dari satu gandong, satu moyang, yaitu keluarga besar Wattimena. Kita harus pastikan persatuan ini terus terjaga,” tegas John.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang mendukung acara tersebut. “Mari kita rawat terus silaturahmi ini, karena katong semua satu gandong, satu moyang,” tambahnya.

Melalui pertemuan ini, Keluarga Besar Wattimena kembali menegaskan janji untuk menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas antargenerasi, dan terus mengusung semangat Orang Basudara sebagai pondasi membangun Maluku yang damai, rukun, dan penuh kebersamaan.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *