Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadlinePendidikan

Tiga Tahun Ukir Prestasi Internasional, SMAN 4 Ambon Bidik Emas Saat Indonesia Jadi Tuan Rumah

9
×

Tiga Tahun Ukir Prestasi Internasional, SMAN 4 Ambon Bidik Emas Saat Indonesia Jadi Tuan Rumah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. — Prestasi internasional yang terus diraih siswa SMA Negeri 4 Ambon menjadi bukti bahwa sekolah di daerah juga mampu bersaing di panggung global. Setelah kembali menorehkan capaian membanggakan dalam ajang inovasi internasional di Kamboja tahun 2026, SMAN 4 Ambon kini mulai membidik target lebih tinggi: meraih medali emas saat Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi tahun depan.

 

Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, mengatakan capaian yang diraih para siswanya merupakan hasil dari proses pembinaan pendidikan yang konsisten selama tiga tahun terakhir.

“Prestasi ini bukan sesuatu yang instan. Ini buah dari proses panjang, kerja keras siswa, guru pembimbing, dan dukungan semua pihak,” ujar Tentua kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (2/5/2026).

 

Dalam kompetisi internasional yang digelar di Kamboja tersebut, dua siswi SMAN 4 Ambon, Charissa Jean Lawalata dan Fayola Queen Risakotta, sukses memukau dewan juri lewat proyek inovatif bertajuk AQUA RISK AI, sebuah sistem monitoring kualitas air berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

 

Sementara itu, Gloria Immanuela Putuhena juga berhasil meraih prestasi membanggakan pada kategori Innovation Challenge melalui inovasi BIN BUDDY.

Kedua inovasi tersebut mengangkat integrasi teknologi AI dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yang kini menjadi fokus pembangunan global.

 

Menurut Tentua, keberhasilan para siswa menunjukkan bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar dalam bidang sains dan teknologi jika diberikan ruang pembinaan yang tepat.

“Kita sedang menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu pendidikan berkualitas harus menjadi prioritas. Sekolah, guru, dan murid harus bersinergi membangun sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

 

Ia menegaskan, capaian tahun 2026 ini sekaligus menjadi prestasi internasional ketiga secara berturut-turut yang berhasil diraih siswa SMAN 4 Ambon sejak 2024.

Bagi pihak sekolah, keberhasilan tersebut menjadi motivasi besar untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, terutama dalam bidang riset, inovasi, dan penguasaan teknologi digital.

 

Tentua juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing, yakni Sofia Rahanserang, Neltje de Kock, S.Pd., dan Nontine Syahailatua, S.Pd., yang dinilai memiliki peran besar dalam membimbing para siswa hingga mampu bersaing di level internasional.

Selain itu, ia turut menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta para alumni sekolah.

 

“Dukungan pemerintah dan alumni sangat membantu kami dalam mempersiapkan siswa mengikuti kompetisi internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Tentua mengungkapkan optimismenya menghadapi kompetisi tahun 2027 mendatang. Pasalnya, Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah ajang tersebut, meski lokasi pelaksanaan masih belum dipastikan apakah di Jakarta atau Surabaya.

Menurutnya, momentum sebagai tuan rumah harus dimanfaatkan untuk tampil lebih maksimal dan membawa pulang medali emas.

 

“Setelah ini kami langsung mempersiapkan siswa-siswa agar lebih siap lagi. Saya optimis tahun depan kita bisa kembali tampil dan meraih hasil yang lebih tinggi,” katanya.

 

Ia menambahkan, pengalaman mengikuti kompetisi internasional selama beberapa tahun terakhir telah membentuk mental dan kemampuan siswa SMAN 4 Ambon untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

“Anak-anak kita punya kemampuan. Tinggal bagaimana terus diasah dan dipersiapkan dengan baik. Saya percaya tahun depan kita bisa meraih emas,” tandas Tentua.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *