Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Nelayan Haria Hilang di Laut, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Kedua

9
×

Nelayan Haria Hilang di Laut, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Kedua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Seorang nelayan asal Desa Haria, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu saat melaut. Hingga Kamis (9/4/2026) sore, korban belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya oleh tim SAR gabungan.

 

Peristiwa ini bermula ketika korban, Roy Souhoka (41), pergi melaut pada Rabu malam (8/4) sekitar pukul 20.00 WIT di perairan sekitar Desa Haria. Namun pada Kamis pagi (9/4) pukul 06.30 WIT, korban dilaporkan terjatuh dari perahu jenis katinting (longboat) dan terlihat oleh nelayan lain di lokasi kejadian.

 

Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh nelayan setempat, namun korban belum berhasil ditemukan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon oleh pihak Kecamatan Saparua.

 

Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon dikerahkan menuju lokasi menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB) sekitar pukul 12.30 WIT. Lokasi kejadian berada di perairan Desa Haria dengan jarak kurang lebih 46 nautical mile dari Ambon.

 

Sepanjang hari, tim SAR gabungan bersama masyarakat setempat melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan radius kurang lebih 500 meter dari titik korban dilaporkan jatuh. Namun hingga pukul 18.00 WIT, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.

Operasi SAR hari pertama akhirnya dihentikan sementara dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (10/4/2026), dengan harapan korban segera ditemukan.

Dalam operasi ini, unsur yang terlibat antara lain tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon serta masyarakat setempat. Sementara alat utama yang digunakan meliputi RBB milik Basarnas dan longboat milik warga.

 

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan angin bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan sekitar 19 knot, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Tim SAR mengimbau masyarakat pesisir untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *