AMBON, MM. – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Maluku, Saadiah Uluputty, menegaskan bahwa keberagaman yang menjadi ciri khas Maluku merupakan kekuatan strategis yang harus terus dirawat dan dijadikan landasan utama untuk membangun daerah yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada sejumlah wartawan usai menghadiri kegiatan Halal bi Halal yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), pada hari Kamis (26/3/2026), di Lantai 4 Hotel Grand Avira, Kota Ambon.
Menurut Saadiah, kesadaran kolektif akan pentingnya kebersamaan menjadi kunci utama dalam setiap langkah pembangunan, mengingat upaya pembangunan tidak dapat terlaksana secara parsial atau secara sendiri-sendiri.
“Maluku tidak bisa dibangun dengan ego masing-masing. Kita harus bersatu padu, bergandeng tangan erat. Perbedaan yang ada justru harus menjadi alasan untuk bersatu, bukan menjadi pemicu untuk terpecah belah,” tegas politikus perempuan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Saadiah juga mendorong seluruh pemuda di Maluku untuk terus menjaga nilai-nilai luhur budaya dan merawat nalar kritis sebagai kekuatan utama dalam mempersatukan kebersamaan di tengah keragaman yang melimpah.
Ia menjelaskan, idealisme pemuda yang tumbuh dari daya kritis yang sehat menjadikan mereka sebagai entitas strategis dalam menjaga kohesi sosial masyarakat. Peran pemuda dinilai sangat vital sebagai perekat sosial di tengah potensi perbedaan pandangan maupun latar belakang yang mungkin muncul di tengah masyarakat.
“Jika tema menjaga nilai-nilai luhur dan merawat nalar kritis ini terus digaungkan oleh pemuda, artinya kita sedang membangun kesadaran kolektif yang kuat untuk menjadi perekat sosial yang kokoh,” ujarnya.
Saadiah juga menekankan bahwa Maluku masih menghadapi sejumlah tantangan besar dalam pembangunan, termasuk persoalan kemiskinan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Karena itu, peran pemuda sebagai generasi penerus maupun “iron stock” bangsa sangat diharapkan dalam mendorong terwujudnya perubahan positif dan pembangunan yang berkelanjutan ke depan.
Selain itu, dinamika global yang terus berkembang pesat juga perlu diantisipasi dengan sikap yang matang dan cermat, mengingat hal tersebut dapat berdampak langsung pada kondisi sosial, ekonomi, maupun politik di daerah. Oleh sebab itu, stabilitas politik dan kedamaian sosial di Maluku harus terus dijaga dengan penuh kesungguhan.
“Kita semua hidup dalam satu wilayah dan lingkup bangsa yang sama. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk bersama-sama menciptakan kehidupan yang damai, aman, dan harmonis, agar setiap langkah pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan optimal,” tambahnya.
Tak hanya itu, Saadiah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan berbagai komponen bangsa, untuk terus memperkuat sinergi serta kolaborasi dalam membangun Maluku. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan potensi sumber daya manusia yang besar yang dimiliki, Maluku dinilai memiliki modal yang kuat untuk berkembang dan maju, jika dikelola dengan semangat kebersamaan yang tinggi dan visi yang sama.
“Maluku harus dibangun secara bersama-sama. Tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau satu kelompok masyarakat saja, tetapi harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak dengan satu visi yang sama: membangun Maluku yang sejahtera, damai, dan maju,” tukasnya. (MM10)
















