AMBON,MM. – Ust. Rizhal. F. Umasugi, Sekwil PHBI Prov. Maluku dalam rilisnya, Kamis, 19/3/2026 antara lain menyebutkan, Tradisi malam takbiran di kota Ambon tidak lepas dari adanya konvoi berkeliling oleh kelompok-kelompok pemuda dan warga Muslim di kota Ambon.
Dalam menyambut takbiran Idhul Fitri 1447 Hijriah kali ini Tokoh dan Pemuda Muslim duduk bersama untuk menyatukan persepsi agar penyelenggaraan konvoi takbiran dapat berjalan sesuai dengan landasan atau koridor syari’at Islam.
Giat dalam bentuk Silaturahmi itu diinisiasi oleh Pemuda dan Remas Alhijrah Kampung Jawa Tantui bekerja sama dengan aparat keamanan Polda Maluku yang mengusung Thema yakni “Semarak Takbir dalam harmoni Islam ciptakan suasana Ambon yang aman, nyaman dan damai”
Para pemuda yg hadir adalah merupakan koordinator maupun perwakilan dari masing-masing kelompok yg akan bertakbir keliling di kota Ambon seperti kelompok pemuda Kapaha, Galunggung, Kb. Cengkeh, Batu Merah, Kota Jawa, Waihaong dan Air Salobar.

Adapun 3 tokoh Muslim yang menjadi narasumber dalam menghadiri giat dimaksud yaitu :
1. Ustaz Sahrizal Reza Umasugi selaku Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Maluku
2. Faizal Rizal Ipa selaku Ketua NU Kab.Buru
3. Ustadz Fajrin Hamid, Lc. (Tokoh Agama)
Dalam pencerahannya Ustadz Sahrizal Reza Umasugi menekankan bahwa Takbiran itu tidak harus dengan berkonvoi namun mengagungkan asma ALLAH dengan cara berkeliling boleh saja dan itu namanya siar namun apabila dalam berkonvoi dapat mengganggu ketertiban umum maka hukumnya haram. Dan tempat yg paling terbaik mengagungkan asma ALLAH itu adalah di Masjid atau di rumah.
Disisi lain Ustadz Faizal Rizal Ipa selaku NU Buru juga menambahkan bahwa memaknai hari Raya Idhul Fitri hari dimna kita disucikan oleh ALLAH SWT dn ketika menyambut malam takbir, bertahmid dan bertasbih kita boleh berkeliling namun kita membatasi kegiatan yang berlebihan sehingga menghindari hal-hal yang dapat berdampak pada situasi Kamtibmas.
Dalam inti pertemuan Ustadz Fajrin Hamid, Lc selaku Tokoh Agama menejelaskan juga bahwa Takbiran itu adalah berdzikir dan inti dari bertakbir adalah tergantung niat masing-masing dan apabila niatnya baik utk mengagungkan kebesaran ALLAH SWT supaya org termotivasi dan mendapatkan hidayah kita mendapatkan pahala, namun apabila bertakbir niatnya hanya menyombongkan diri dengan cara memakai motor brong, Ugal-ugalan bermaksiat dengan meminum minuman keras ditambah lagi mengkonsumsi narkoba maka hal ini hukumnya haram dan sudah keluar dari esensi bertakbir itu sendiri.
Dalam penutup acara tokoh dan pok pemuda sempatkan diri untuk ber sesi foto bersama serta melakukan deklarasi siap jaga keamanan dan ketertiban saat malam takbiran nanti.(MM-3)
















