AMBON,MM. – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku melaporkan bahwa Provinsi Maluku mengalami inflasi Month to Month (m-to-m) sebesar 0,28 persen pada November 2025. Inflasi Year-to-Date (y-to-d) tercatat sebesar 2,75 persen, sedangkan inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,33 persen.
Data ini disampaikan oleh Statistisi Ahli Madya, Ir. Jessica Eliziana Pupella, mewakili Kepala BPS Provinsi Maluku, dalam Rilis Berita Resmi Statistik di aula kantor BPS Maluku, Senin (1/12/2025)
Dikatakan, inflasi Year-to-Date (y-to-d) sebesar 2,75 persen dan inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,33 persen.
Pada November 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Maluku sebesar 2,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,93. Inflasi (y-on-y) tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 3,53 persen dengan IHK sebesar 110,13 dan terendah terjadi di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 1,24 persen dengan IHK sebesar 108,60.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,47 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,14 persen; kelompok kesehatan sebesar 4,08 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,57 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,48 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,74 persen; kelompok transportasi sebesar 1,43 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,30 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen.
Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,17 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Maluku bulan November 2025 sebesar 0,28 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,75 persen.(MM,-3)
















