Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

Impor Maluku Tembus US$508,55 Juta, Defisit Perdagangan US$469,12 Juta

6
×

Impor Maluku Tembus US$508,55 Juta, Defisit Perdagangan US$469,12 Juta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Kinerja perdagangan Maluku hingga Agustus 2026 masih mencatat defisit yang cukup besar. Nilai impor mencapai US$508,55 juta, sementara ekspor hanya sebesar US$39,43 juta.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, nilai ekspor Maluku periode Januari-Agustus 2026 mencapai US$39,43 juta, meningkat 37,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

“Seluruh nilai ekspor Maluku berasal dari komoditas nonmigas,” kata Maritje dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) melalui kanal YouTube, pekan kemarin.

 

Untuk Agustus 2026, ekspor Maluku tercatat US$6,07 juta. Angka ini meningkat dibanding Agustus 2025 yang tidak mencatat adanya pengiriman barang.

Negara tujuan ekspor Maluku selama Januari-Agustus 2026 masih didominasi Tiongkok dengan nilai US$37,48 juta atau 95,06 persen. Sementara ekspor ke Hongkong tercatat US$1,95 juta atau 4,94 persen.

 

Selain ekspor langsung melalui pelabuhan di Maluku, terdapat pula ekspor komoditas asal Maluku yang dilakukan melalui pelabuhan di luar Maluku. Nilainya mencapai US$21,34 juta, atau meningkat 4,74 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor melalui pelabuhan luar Maluku tersebut didominasi komoditas perhiasan/permata senilai US$12,92 juta atau 60,56 persen, disusul ikan dan udang sebesar US$6,26 juta atau 29,32 persen.

 

Di sisi lain, impor Maluku justru mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang Januari-Agustus 2026, nilai impor mencapai US$508,55 juta atau meningkat 130,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Khusus Agustus 2026, impor tercatat US$54,68 juta, naik 65,88 persen dibanding Agustus 2025 yang mencapai US$32,96 juta.

 

Impor Maluku sepanjang Januari-Agustus 2026 berasal dari komoditas migas dan nonmigas. Singapura menjadi negara pemasok terbesar dengan nilai US$266,15 juta atau 52,34 persen, disusul Malaysia US$183,10 juta atau 36 persen.

 

Selanjutnya Korea Selatan memasok US$15,09 juta atau 2,97 persen, Tiongkok US$7,75 juta atau 1,52 persen, dan Finlandia US$36,46 juta atau 7,17 persen.

Besarnya nilai impor dibanding ekspor tersebut membuat neraca perdagangan Maluku periode Januari-Agustus 2026 mengalami defisit US$469,12 juta.

 

Defisit tersebut terutama disumbang sektor migas sebesar US$464,34 juta, sementara sektor nonmigas mengalami defisit US$4,78 juta.

Kondisi ini menunjukkan struktur perdagangan Maluku hingga Agustus 2026 masih sangat dipengaruhi tingginya kebutuhan impor, khususnya komoditas migas, dibandingkan kemampuan ekspor daerah.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *