Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Keselamatan Pelayaran Jadi Kunci Konektivitas Maluku

4
×

Keselamatan Pelayaran Jadi Kunci Konektivitas Maluku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Tantangan transportasi di wilayah kepulauan tidak hanya menyangkut kelancaran mobilitas, tetapi juga keselamatan pelayaran dan distribusi logistik. Kondisi tersebut mendorong Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan sektor transportasi di Maluku.

 

Komitmen itu ditunjukkan melalui kehadiran Staf Ahli (Sahli) C Pok Sahli Kodaeral IX Letkol Laut (T) Muh. Qomarodin, S.T., mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., dalam Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Lapangan Upacara Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, Waihaong, Kota Ambon, Kamis (17/9/2026).

 

Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, Harhubnas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus memastikan aspek keselamatan menjadi bagian utama dalam penyelenggaraan transportasi.

Bagi Maluku, agenda tersebut memiliki arti strategis. Karakter geografis sebagai provinsi kepulauan membuat transportasi laut menjadi salah satu urat nadi utama pergerakan masyarakat dan distribusi kebutuhan antarpulau.

 

Upacara dipimpin Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath selaku inspektur upacara dan diikuti ratusan peserta dari unsur TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Maluku, Kementerian Perhubungan, BUMN sektor transportasi serta berbagai instansi terkait.

 

Dalam amanat Menteri Perhubungan RI yang dibacakan Wakil Gubernur Maluku, keselamatan transportasi ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama. Setiap pemangku kepentingan dituntut tidak hanya memastikan konektivitas berjalan, tetapi juga membangun sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.

 

Penguatan akses transportasi bagi wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) juga menjadi perhatian. Kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan upaya pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan akses transportasi antarwilayah.

Selain itu, pemerintah mendorong percepatan integrasi antarmoda, pemanfaatan teknologi melalui transformasi digital serta penguatan budaya keselamatan secara konsisten.

Penetapan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi menjadi bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran seluruh pengguna dan penyelenggara transportasi terhadap pentingnya keselamatan.

 

Bagi Kodaeral IX, keterlibatan dalam Harhubnas 2026 tidak sekadar agenda seremonial. Kehadiran unsur TNI AL menjadi bagian dari penguatan komunikasi dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan transportasi di wilayah kepulauan.

 

Koordinasi antara unsur pertahanan dan keamanan laut, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan serta pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk menciptakan ruang laut yang aman sekaligus mendukung kelancaran pelayaran dan distribusi logistik.

 

Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan maritim, terutama karena konektivitas Maluku sangat bergantung pada keberlangsungan transportasi laut.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, peningkatan keselamatan pelayaran diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan konektivitas antarpulau. Pada akhirnya, transportasi yang aman dan lancar menjadi faktor penting dalam menjaga mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Maluku.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *