AMBON, MM. — Ambon tidak sekadar menjadi lokasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Selam Piala Panglima TNI 2026. Karakteristik perairannya dinilai memiliki potensi untuk menjadikan Kota Ambon sebagai salah satu destinasi utama penyelenggaraan kejuaraan selam tingkat nasional.
Optimisme tersebut mengemuka saat Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menutup Kejurnas Selam Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Dermaga Beaching Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Minggu (20/9/2026).
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026, merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dengan tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Sebanyak 105 peserta dari berbagai daerah mengikuti kompetisi tersebut. Peserta berasal dari unsur TNI, Polri, Basarnas, KSOP serta klub-klub selam masyarakat dari Batam, Surabaya, Jakarta, Makassar, Manado, Sorong, Jayapura hingga Ambon.
Hanarko mengatakan, Open Tournament Selam tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 TNI, tetapi juga menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selam tingkat nasional.
“Rata-rata teman-teman yang ada di sini mengikuti Kejurnas Selam merupakan persiapan Pra-PON. Semua ada di sini,” ujar Hanarko saat meninjau pertandingan bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie dan jajaran Forkopimda Maluku.
Perairan Ambon Jadi Daya Tarik
Menurut Hanarko, salah satu hal yang menonjol dari penyelenggaraan kejuaraan tersebut adalah respons peserta yang baru pertama kali bertanding di kawasan perairan Teluk Dalam Ambon.
Karakteristik perairan Ambon, kata dia, memberikan pengalaman berbeda bagi atlet yang datang dari berbagai daerah.
“Teman-teman yang belum pernah berlomba di sini mereka kaget. Ternyata wilayah ini paling ideal untuk pelaksanaan kejuaraan selam,” ujarnya.
Penilaian tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi Maluku untuk mengembangkan olahraga selam sekaligus mengangkat potensi wisata bahari daerah.
Hanarko berharap kejuaraan selam di Ambon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangkaian HUT TNI. Menurutnya, agenda tersebut perlu dikembangkan menjadi kegiatan berkelanjutan sehingga Ambon memiliki kalender kompetisi selam nasional.
“Harapannya kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Nantinya pada PON 2028, Kejurnas Selam bisa dilaksanakan di Ambon,” katanya.
Dorongan tersebut sekaligus diarahkan pada pembinaan atlet lokal. Dengan kompetisi yang rutin, atlet-atlet Maluku diharapkan memperoleh lebih banyak kesempatan untuk berlatih, menguji kemampuan dan bersaing dengan atlet dari berbagai daerah.
“Kalau kegiatan ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin akan lahir atlet-atlet selam asal Maluku yang mampu bersaing di tingkat nasional. Ini tentunya dapat membangkitkan kembali olahraga selam di Maluku dan melahirkan atlet-atlet nasional,” ujar Hanarko.
Olahraga dan Wisata Bahari
Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie turut mengapresiasi penyelenggaraan rangkaian kegiatan Kodaeral IX dalam rangka HUT ke-81 TNI.
Menurut Sadali, kegiatan olahraga seperti Fun Run dan Open Tournament Selam memiliki dampak yang lebih luas karena mempertemukan aspek olahraga, partisipasi masyarakat serta promosi potensi daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dilaksanakan Kodaeral dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 tahun,” kata Sadali.
Ia menilai penyelenggaraan kompetisi selam di Ambon dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan wisata bahari Maluku kepada peserta dan masyarakat dari berbagai daerah.
Persaingan Ketat di Sejumlah Kategori
Dalam pertandingan tersebut, sejumlah atlet berhasil meraih podium pada masing-masing kategori.
Pada kelas M-Course Putra, Juara I diraih Dedi K. Perdana dari Koarmada II dengan nilai 959. Juara II ditempati Nur Rohman dari Koarmada II dengan nilai 819, sedangkan Juara III diraih Adhi Ana Fiuda dari Denipam 2 Mar dengan nilai 700.
Pada kelas M-Course Putri, Cherryl F. Octaviani dari Denipam 2 Mar menjadi Juara I dengan nilai 594. Juara II diraih Dyka Revalia Chandra dari Kodiklatal dengan nilai 500, disusul Nadine Valeria Chandra dari Kodiklatal di posisi ketiga dengan nilai yang sama.
Persaingan ketat terjadi pada kelas 5 Point Course Putra. Juan Nehemia Karwur dari BPK Perwakilan Maluku merebut Juara I dengan nilai 950 dan catatan waktu tercepat 10 menit 47,39 detik.
Juara II diraih Andrew Rorimpandey dari POSSI Sulawesi Utara dengan nilai 950 dan waktu 11 menit 23,85 detik. Sementara Juara III ditempati Anandi Adestabu dari Kodaeral VI dengan nilai 950 dan waktu 12 menit 39,53 detik.
Pada kelas 5 Point Course Putri, Faradilah A. Hehanusa dari klub Black Marlin Jaya Papua keluar sebagai Juara I dengan nilai 950 dan catatan waktu 10 menit 58,92 detik.
Atlet tuan rumah, Astrid Marsella Teng dari Kota Ambon, berhasil meraih Juara II dengan nilai 950 dan waktu 12 menit 05,85 detik. Nadine Valeria Chandra dari Kodiklatal kembali meraih podium dengan menempati posisi Juara III setelah membukukan nilai 600.
Penutupan Kejurnas Selam Piala Panglima TNI Tahun 2026 ditandai dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama Dankodaeral IX, jajaran pejabat utama Kodaeral IX, dewan juri, panitia serta seluruh kontingen peserta.
Bagi Maluku, kejuaraan tersebut bukan hanya meninggalkan daftar pemenang. Lebih jauh, event ini membuka ruang bagi Ambon untuk membangun posisi sebagai destinasi kompetisi selam nasional, sekaligus mempertemukan pembinaan olahraga dengan potensi wisata bahari daerah.(MM-3)















