Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Sapulette Buka Ruang Gagasan: Bersama Urai Kemacetan, Wujudkan Ambon Manise Lancar

3
×

Sapulette Buka Ruang Gagasan: Bersama Urai Kemacetan, Wujudkan Ambon Manise Lancar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. –  Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Robby Sapulette, secara resmi memulai diskusi publik bertajuk “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet”, Selasa (15/9/2026), di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku. Forum ini digelar Kantor Distrik Navigasi Maluku sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 yang jatuh pada 17 September mendatang.

 

Membacakan sambutan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Sapulette menegaskan kemacetan bukan lagi sekadar masalah lalu lintas semata melainkan tantangan multidimensi yang tak sanggup dihadapi satu pihak saja.

 

“Pemerintah Kota Ambon menyadari sepenuhnya: persoalan ini butuh pegangan bersama. Kita wajib bersinergi nyata—Pemkot, Pemprov, Kementerian Perhubungan lewat UPT terkait, Kepolisian, operator angkutan umum, akademisi, pelaku usaha, Balai Pengelola Transportasi Darat Maluku, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

 

Sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan perdagangan di Maluku, Ambon kini dihadapkan pada lonjakan mobilitas dan pertumbuhan perkotaan yang pesat. Peningkatan aktivitas ini berbanding lurus dengan kebutuhan pergerakan barang, jasa, dan warga—yang kini mulai terasa menumpuk di sejumlah ruas jalan pada jam-jam sibuk.

 

Selaras dengan semangat peringatan Hari Perhubungan serta sub-tema diskusi “Bacarita, Bakudapa, Bakumpul Gagasan Untuk Transportasi Ambon Yang Lebih Baik”, forum ini diharapkan menjadi wadah melengkapi pandangan dari berbagai sudut pandang: mulai akar masalah, aspirasi warga, hingga rumusan langkah nyata yang bisa dijalankan bersama.

 

“Sasaran kita satu: mengurai kemacetan, meningkatkan kenyamanan pelayanan angkutan, dan mewujudkan Ambon yang tertib, aman, serta bebas hambatan. Semoga gagasan hari ini menjadi titik tolak komitmen bersama membangun sistem transportasi yang layak bagi semua,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Distrik Navigasi Maluku Jece J. Piris mengakui lonjakan kebutuhan bergerak warga dan pesatnya pembangunan kota menjadi pemicu utama munculnya titik-titik kepadatan lalu lintas.

 

“Tak ada solusi instan dari satu meja saja. Butuh kerja sama tulus dari pemerintah, penegak aturan, ilmuwan, hingga masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalan raya,” tegas Piris.

 

Forum ini menelaah tiga fokus utama: gambaran nyata kondisi lalu lintas saat ini, pengaruh kebiasaan serta pandangan warga terhadap transportasi, hingga opsi penanganan teknis yang tepat. Narasumber yang hadir antara lain Dirlantas Polda Maluku Kombes Pol. Dedy Eka Jaya Helmi, pakar Universitas Pattimura Prof. Dr. Ir. Marcus Tukan, serta pakar Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Prof. Dr. John Ruhulesin.

 

Selain pemangku kebijakan dan akademisi, ruang diskusi juga melibatkan anggota DPRD, Organda, pelaku usaha, hingga berbagai komunitas pengguna jalan. Acara ditutup dengan momen khas pembukaan: pemukulan tifa yang dipimpin Sekkot didampingi narasumber utama, disaksikan pimpinan OPD lingkup Pemkot dan Pemprov serta tamu undangan lainnya.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *