AMBON, MM. – Pengelolaan sampah tak bisa hanya mengandalkan cara lama, melainkan harus berakar dari kearifan dan inovasi lokal. Wali Kota Ambon menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi seperti gerakan Green Moluccas untuk menuntaskan persoalan limbah yang selama ini menjadi tantangan bersama.
Bukti nyata kolaborasi telah terwujud melalui kerja sama dengan Clear Rivers: saat ini tiga unit penyekat sampah (trash boom) sudah terpasang di muara sungai strategis Wairuhu, Waitomu, dan Waiheru. Langkah ini tak berhenti di sini—dalam waktu dekat, sistem penahanan sampah ini ditargetkan menjangkau sembilan muara sungai se-Kota Ambon.
Wali Kota pun memberikan apresiasi mendalam kepada Alumni PPI Amerika-Eropa serta tokoh lingkungan lokal seperti Bung Uce.
“Inovasi berbasis prinsip 3R: kurangi, pakai ulang, daur ulang—seperti mengubah plastik menjadi paving blok hingga pengolahan minyak jelantah—ternyata bukan sekadar mengurangi tumpukan sampah, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” jelasnya.
Pelajaran Ambon untuk Selamatkan Banda
Isu pencemaran tak hanya mengancam Ambon, melainkan juga Kepulauan Banda yang ditetapkan sebagai kawasan wisata internasional unggulan.
“Keindahan bawah laut Banda yang mendunia, terumbu karang yang memesona, dan kekayaan hayati laut terancam musnah jika plastik terus mencemari perairan,” tegasnya.
Karena itu, praktik terbaik yang dikembangkan di Ambon dirancang agar bisa diadaptasi ke Banda, berkat kolaborasi antargenerasi muda dan jaringan akademisi. “Komitmen anak muda adalah kunci abadi agar warisan alam ini tetap terjaga untuk anak cucu kita kelak,” pungkasnya. (MM10)
















