AMBON,MM. – Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menegaskan bahwa ancaman terhadap bangsa kini tidak lagi hanya berbentuk kekuatan militer, tetapi telah bergeser ke ruang digital melalui penyebaran informasi yang mampu memengaruhi pola pikir dan kesadaran masyarakat. Karena itu, generasi muda diminta menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan bangsa di era digital.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang digelar Kementerian Pertahanan RI di Hotel Santika Premiere Ambon, Kamis (30/7/2026), dengan tema “Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Ambon Robby Sapulette, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bodewin menjelaskan bahwa perang kognitif merupakan bentuk ancaman baru yang bekerja dengan memengaruhi cara berpikir, emosi, hingga cara masyarakat memandang berbagai persoalan melalui media digital.
Menurutnya, penyebaran berita bohong, propaganda, ujaran kebencian, paham radikal, praktik judi daring, hingga berbagai bentuk manipulasi informasi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama karena dapat menggerus persatuan dan semangat kebangsaan.
Ia menilai generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan karena merupakan pengguna internet dan media sosial terbesar. Oleh sebab itu, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kebiasaan memverifikasi informasi harus terus diperkuat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
“Bela negara pada masa kini bukan hanya dilakukan melalui kekuatan fisik, tetapi juga diwujudkan dengan menjadi warga yang cerdas, bertanggung jawab, serta bijak dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.
Bodewin juga mengajak generasi muda Ambon menjadikan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Semangat Siwalima, Pela Gandong, serta filosofi ale rasa beta rasa dinilai tetap relevan untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia menegaskan bahwa perdamaian yang telah terbangun di Ambon harus terus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terpecah oleh provokasi maupun informasi yang belum tentu benar.
Selain itu, semangat perjuangan para pahlawan Maluku seperti Thomas Matulessy dan Martha Christina Tiahahu diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan melalui prestasi, karakter, dan kontribusi positif bagi bangsa.
Pada akhir kegiatan, Wali Kota menerima plakat penghargaan dari Kepala Pusat Bela Negara Brigjen Luhut Marpaung sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat kesadaran bela negara.
Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pembinaan karakter, literasi digital, dan penguatan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.(MM-10)
















