Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahPendidikan

Maluku Perkuat Budaya Sekolah Inklusif, Cetak Generasi Berkarakter dan Bebas Kekerasan

7
×

Maluku Perkuat Budaya Sekolah Inklusif, Cetak Generasi Berkarakter dan Bebas Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Pemerintah Provinsi Maluku terus memperkuat transformasi dunia pendidikan melalui peluncuran Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Senin (13/7/2026).

 

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih humanis, inklusif, serta mampu melahirkan generasi yang berkarakter, toleran, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Peluncuran program tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku. Hadir pula perwakilan

Rektor IAIN Ambon, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, pimpinan OPD, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta sejumlah mitra pembangunan, di antaranya Institut Leimena, Inovasi Maluku, dan Sasakawa Peace Foundation.

 

Dalam sambutan Gubernur, ditegaskan bahwa sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat belajar untuk mengejar prestasi akademik. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi ruang yang menghadirkan rasa aman, penghargaan, dan perlindungan bagi setiap peserta didik agar dapat berkembang secara utuh, baik dari sisi intelektual maupun karakter.

 

“Anak-anak harus merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang menerima mereka apa adanya, memberi rasa aman, sekaligus membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Karena itu, budaya sekolah yang aman dan nyaman harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan,” demikian pesan Gubernur yang dibacakan Sekda.

 

Program BSAN tahun ini mengangkat tema “Membangun Sekolah Berbudaya Aman, Nyaman, Inklusif, dan Berkelanjutan Melalui Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya.” Tema tersebut menegaskan pentingnya pendidikan yang menghargai keberagaman sebagai fondasi dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat Maluku yang plural.

 

Melalui penguatan literasi keagamaan lintas budaya, peserta didik diharapkan semakin memahami nilai toleransi, saling menghormati, empati, serta mampu membangun dialog yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diyakini menjadi langkah efektif untuk mencegah berbagai bentuk diskriminasi, perundungan, maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

 

Pemerintah Provinsi Maluku juga menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Institut Leimena, Inovasi Maluku, Sasakawa Peace Foundation, dan seluruh pihak yang telah mendukung lahirnya program tersebut.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan para mitra pembangunan, Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan di Maluku. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *