Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadlineNasional

Ambon Jadi Pilot Project, Wagub Maluku Pacu Percepatan Eliminasi Kusta dan Hapus Stigma Penyintas

7
×

Ambon Jadi Pilot Project, Wagub Maluku Pacu Percepatan Eliminasi Kusta dan Hapus Stigma Penyintas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, MM. – Pemerintah Provinsi Maluku mulai menyusun langkah konkret untuk mempercepat eliminasi kusta dengan menjadikan Kota Ambon sebagai proyek percontohan. Selain memperkuat layanan kesehatan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada upaya menghapus stigma yang selama ini masih melekat terhadap para penyintas kusta.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, usai menghadiri Konferensi Nasional Kusta 2026 bertema Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global yang digelar Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit di Puri Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).

Mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Vanath hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Dalam forum tersebut, ia ikut menandatangani deklarasi komitmen bersama para gubernur se-Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap target eliminasi kusta secara nasional.

Vanath mengatakan, Maluku masih menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus kusta yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, penyakit ini masih ditemukan pada berbagai kelompok usia sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

“Eliminasi kusta harus menjadi perhatian bersama. Upaya ini tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan semua pihak agar kasus baru dapat ditekan,” katanya.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan medis, melainkan masih kuatnya stigma sosial yang membuat penyintas kusta kerap mengalami diskriminasi di tengah masyarakat.

“Orang yang telah sembuh dari kusta harus diterima kembali sebagai bagian dari masyarakat. Penyakit ini bisa disembuhkan, sehingga stigma negatif sudah seharusnya dihilangkan,” tegas Vanath.
Sebagai tindak lanjut dari hasil konferensi nasional tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan program percepatan eliminasi kusta. Tahap awal pelaksanaannya akan difokuskan di Kota Ambon yang masih mencatat angka kasus relatif tinggi.

Menurut Vanath, pendekatan itu dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan pembiayaan daerah. Jika berjalan sesuai target, program serupa akan diperluas secara bertahap ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku mulai tahun 2027 melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat.

Konferensi Nasional Kusta 2026 menjadi wadah penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung target Indonesia bebas kusta. Melalui komitmen bersama tersebut, diharapkan upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, hingga penghapusan stigma terhadap penyintas dapat berjalan lebih efektif di seluruh daerah. (MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *