AMBON,MM.- Dusun Rammang-Rammang di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, menawarkan pengalaman wisata alam yang luar biasa. Terletak di kaki bukit batu dengan hamparan telaga-telaga yang indah, dusun ini menjadi destinasi wisata yang populer.
Akses ke dusun ini memang tidak mudah. Pengunjung harus menyusuri sungai dengan perahu nelayan selama kurang lebih 3-4 km, melewati pohon-pohon lontar yang rindang. Setelah itu, pengunjung harus berjalan kaki di atas jembatan kayu kecil yang hanya selebar 1 meter, yang hanya bisa dilewati oleh 2 orang pejalan kaki. Jika berpapasan maka yang lain harus mengalah untuk memberikan jalan bagi yang datang dari arah berlawanan.
Meskipun aksesnya yang menantang, keindahan alam di dusun ini sungguh luar biasa. Pengunjung dapat menikmati panorama gunung batu dan telaga-telaga yang indah, serta melihat ribuan kelelawar yang hidup di gua-gua batu. Kotoran dari kelelawar biasanya dijadikan pupuk oleh penduduk setempat.
Pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam dusun ini sambil berjalan-jalan di atas jembatan kayu kecil, menikmati buah kelapa, dan berfoto di tempat-tempat yang indah. Namun, pengunjung juga harus waspada dengan biaya-biaya yang mungkin timbul, seperti biaya tempat duduk dan foto.
Wartawan mitra BI Cabang Ambon, memiliki kesempatan bersama dengan rombongan BI dalam rangka Capacity Building di Makassar, berkunjung ke Rammang-Rammang pada 9 Oktober 2025 lalu.
Bank Indonesia menggandeng sejumlah lembaga keuangan lainnya yang ikut berperan untuk membantu masyarakat, bahkan ikut menata akses jalan dan jembatan serta pelabuhan penghubung antara desa Salenrang sampai ke dusun Rammang-Rammang yang nun jauh di bawah bukit-bukit Batu.
Dari keterangan pengemudi perahu nelayan yang ditumpangi wartawan Metro Maluku, Tonny Balriyanan, sejak tahun 2012 silam BI Cabang Sulawesi Selatan telah menaruh perhatian serius bagi masyarakat dan kehidupan warga Dusun Rammang-Rammang, dengan cara membangun jembatan kecil di hulu sungai yang menghubungkan Desa Salenrang dengan Dusun Rammang-Rammang.
BI kemudian melibatkan sejumlah BUMN dan BUMD lainnya dalam upaya mendorong wisata alam yang kini menjadi semakin indah dan semakin menjanjikan harapan bagi warga dusun ini.
Dari keterangan pengemudi perahu nelayan, terdapat 84 perahu dilengkapi mesin tempel, untuk melayani jasa penumpang dari desa Salenrang ke dusun tempat wisata melalui sungai. Meskipun berair keruh, menurut pengemudi, tidak ada buaya yang hidup di sungai.
Sementara itu, Umar, seorang pemandu wisata di Ramang-Ramang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menghabiskan waktunya di atas perahu untuk mengantar wisatawan menikmati keindahan alam kawasan tersebut. Ia bekerja sebagai pengemudi perahu dan petani, dengan penghasilan harian sekitar Rp200.000 hingga Rp500.000 tergantung musim wisata.
Umar menyebutkan bahwa beberapa BUMN seperti Pelindo, Angkasa Pura, dan BNI telah membantu dengan menyediakan perahu untuk para pemandu wisata. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) membantu pembangunan dermaga dan jalan di sekitar kawasan wisata.
Masyarakat dusun Rammang-Rammang berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan perbaikan infrastruktur wisata, seperti dermaga dan jalan yang rusak, serta menyediakan fasilitas umum yang memadai untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.(MM-3)
















