Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Tiga Tahun Terakhir, Kasus TBC di Ambon Lampaui Target Nasional, Sirimau Tertinggi

9
×

Tiga Tahun Terakhir, Kasus TBC di Ambon Lampaui Target Nasional, Sirimau Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. –  Penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Ambon menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon mencatat, capaian penemuan kasus TBC secara konsisten melampaui target nasional, seiring penguatan skrining aktif di tengah masyarakat.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan S. Norimarna, mengatakan pada tahun 2023, penemuan kasus TBC mencapai 1.935 kasus atau 92 persen dari target nasional sebanyak 2.100 kasus.

 

“Pada 2024, jumlahnya meningkat tajam menjadi 2.296 kasus atau 146 persen dari target 1.688 kasus. Sedangkan pada 2025 tercatat 2.212 kasus atau 131 persen dari target 1.685 kasus,” ujar Johan, Selasa (13/1/2026).

 

Dijelaskan, secara nasional target penemuan penderita TBC ditetapkan minimal 90 persen dari target  pusat. Kota Ambon, kata dia, secara konsisten mampu memenuhi bahkan melampaui target tersebut.

 

Menurut Johan, meningkatnya angka penemuan kasus TBC tidak serta-merta mencerminkan lonjakan penularan, melainkan menunjukkan keberhasilan strategi skrining aktif yang dilakukan secara masif, disertai penemuan pasif intensif di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Selain itu, tingginya angka temuan kasus juga dipengaruhi oleh posisi Kota Ambon sebagai ibu kota provinsi dan pusat rujukan layanan kesehatan di Maluku.

 

“Kasus TBC yang tercatat di Kota Ambon bukan hanya berasal dari warga Ambon, tetapi juga dari luar daerah. Banyak pasien dari kabupaten sekitar yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan di Ambon,” jelasnya.

 

Mobilitas penduduk yang tinggi untuk pendidikan, pekerjaan, maupun akses layanan kesehatan turut berdampak pada meningkatnya angka penemuan kasus TBC yang dilaporkan di Kota Ambon.

 

Berdasarkan data Dinkes Kota Ambon, Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan penemuan kasus TBC terbanyak selama periode 2023–2025. Pada 2023 tercatat 589 kasus, meningkat menjadi 660 kasus pada 2024, dan 620 kasus pada 2025.

 

Dari sisi kelompok usia, penderita TBC didominasi oleh usia produktif 20–59 tahun. Jumlah kasus pada kelompok ini tercatat sebanyak 1.024 orang pada 2023, meningkat menjadi 1.117 orang pada 2024, dan 1.211 orang pada 2025. Sementara itu, kasus TBC pada balita dan anak juga masih cukup tinggi, dengan rata-rata lebih dari 250 hingga 300 kasus per tahun. Berdasarkan jenis kelamin, penderita TBC didominasi oleh laki-laki.

 

Untuk memperkuat penemuan dini, Dinkes Kota Ambon melakukan skrining TBC aktif di lokasi berisiko seperti lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, asrama, dan permukiman padat penduduk sebanyak dua kali dalam setahun. Skrining juga diintegrasikan dalam kegiatan sekolah, posyandu, dan program kesehatan lainnya.

 

“Kami menggunakan Portable X-Ray di seluruh lima kecamatan dengan sasaran kontak erat penderita TBC, serta memperkuat kerja sama dengan klinik dan dokter praktik mandiri,” kata Johan.

 

Saat ini, Kota Ambon memiliki tujuh Laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk diagnosis TBC yang tersebar di puskesmas dan rumah sakit rujukan.

 

Meski demikian, Dinkes Kota Ambon masih menghadapi tantangan dalam memastikan kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, terutama pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit serta pasien TBC resisten obat yang tidak memiliki BPJS atau menunggak iuran.

 

“Kami terus memperkuat koordinasi lintas fasilitas kesehatan dan peran masyarakat agar pengendalian TBC di Kota Ambon berjalan optimal dan berkelanjutan,” pungkas Johan.(MM10)

 

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *