Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Tampil dengan Atribut Gerindra, Bodewin Kirim Sinyal Politik?

7
×

Tampil dengan Atribut Gerindra, Bodewin Kirim Sinyal Politik?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Kehadiran Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (7/2/2026), menyita perhatian publik. Bukan sekadar hadir melepas peserta, Bodewin juga tampak ikut jalan santai bersama ribuan kader dan simpatisan Gerindra dengan mengenakan atribut partai berlambang burung Garuda emas tersebut.

 

Momen itu langsung memantik spekulasi politik. Pasalnya, hingga kini Bodewin belum secara resmi tercatat sebagai kader partai politik mana pun, meski menjabat sebagai kepala daerah yang lahir dari proses Pilkada dan dukungan koalisi partai.

 

Sebagaimana diketahui, jabatan walikota merupakan jabatan politik, bukan jabatan karier aparatur sipil negara. Kepala daerah bertanggung jawab atas arah kebijakan dan pembangunan daerah, yang secara politik kerap beririsan dengan kepentingan partai pengusung maupun konstelasi kekuasaan nasional.

 

Di Maluku, fenomena kepala daerah berlatar belakang mantan ASN yang kemudian terjun ke dunia politik bukan hal baru. Pada Pilkada 2024 lalu, sejumlah kepala daerah terpilih berasal dari jalur birokrasi yang memilih pensiun dini demi kontestasi politik.

 

Berbeda dengan Walikota Tual Akhmad Yani Renuat yang telah resmi bergabung sebagai kader Gerindra, atau Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir yang dikenal dekat dengan sejumlah elite partai nasional, posisi politik Bodewin Wattimena dinilai masih berada di “zona tengah”.

 

Dalam berbagai kesempatan, Bodewin kerap menyebut dirinya sebagai pembina partai politik di Kota Ambon. Namun, kehadirannya dalam momentum penting Gerindra dinilai sebagian kalangan sebagai isyarat politik yang mulai terbuka.

 

“Kalau hanya hadir mungkin biasa, tapi ini ikut jalan santai, pakai atribut, dan bersama kader. Wajar kalau publik menafsirkan ini sebagai sinyal,” ujar salah satu kader Gerindra Kota Ambon, Minggu (8/2/2026).

 

Seorang senior Gerindra bahkan menilai, secara kalkulasi politik, bergabung dengan Gerindra merupakan langkah realistis bagi Bodewin. Selain menjadi partai penguasa nasional, Gerindra juga memiliki pengaruh kuat terhadap arah kebijakan pusat yang berdampak langsung ke daerah.

 

“Kalau melihat peta politik nasional, masuk ke Gerindra itu rasional. Apalagi kalau bicara kepentingan pembangunan daerah dan peluang politik ke depan,” ujarnya.

 

Terpisah, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kehadirannya yang tidak hanya melepas peserta namun juga ikut jalan santai dengan atribut Gerindra, Bodewin memberikan jawaban diplomatis.

 

“Saya hadir sebagai Walikota Ambon dan pembina partai politik di Kota Ambon,” ujarnya singkat disertai emotikon senyum.

 

Ia menegaskan, kehadirannya merupakan bentuk kebersamaan dengan masyarakat, bukan sikap partisan.

 

“Ambon par samua. Partai politik apa pun mengundang, Walikota pasti hadir,” tambahnya.

 

Saat ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan bergabung dengan Gerindra di masa mendatang, Bodewin kembali memilih sikap hati-hati.

 

“Saya masih berkomitmen dengan seluruh partai pendukung. Ke depan baru diputuskan,” pungkasnya.

 

Meski demikian, dalam dunia politik, setiap gestur publik kerap dimaknai lebih dari sekadar kehadiran seremonial. Apakah langkah Bodewin di HUT Gerindra ini sekadar simbol kebersamaan atau benar-benar sinyal arah politik baru, waktu yang akan menjawab.(MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *