Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Situasi Kamtibmas Nusaniwe Tetap Kondusif Selama Rangkaian Pra hingga Paskah

9
×

Situasi Kamtibmas Nusaniwe Tetap Kondusif Selama Rangkaian Pra hingga Paskah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Nusaniwe tetap terjaga aman dan kondusif selama rangkaian perayaan keagamaan umat Kristiani, mulai dari pra-Paskah hingga Hari Raya Paskah.

 

Kapolsek Nusaniwe, AKP Johan W.M. Anakotta, menegaskan bahwa seluruh tahapan ibadah, mulai dari peneguhan Sidi Baru bagi umat Protestan, Minggu Palma bagi umat Katolik, hingga Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci), termasuk malam Vigili Paskah dan perayaan Paskah, berlangsung lancar tanpa gangguan berarti.

 

Hal tersebut disampaikan Kapolsek saat ditemui di sela kegiatan syukuran peneguhan sidi baru putrinya di kawasan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (6/4/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

“Terima kasih kepada masyarakat Nusaniwe. Hingga saat ini situasi tetap kondusif,” ujarnya.

 

Menurut Anakotta, meski sempat terdapat potensi gangguan, seluruhnya dapat diantisipasi dan ditangani dengan baik oleh aparat bersama masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran warga sebagai mitra kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

 

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting. Keterbukaan dalam menyampaikan informasi, termasuk terkait pelaku kejahatan, menjadi kunci utama menjaga keamanan,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti masih adanya kecenderungan sebagian masyarakat yang melindungi pelaku pelanggaran karena faktor kedekatan kelompok. Padahal, sikap tersebut justru berpotensi menghambat penegakan hukum.

“Kunci keamanan adalah keterbukaan. Jika ada masalah, sampaikan. Jangan menutup-nutupi pelaku, meskipun dari kelompok sendiri,” tambahnya.

 

Meski demikian, Kapolsek mengaku optimis tingkat kesadaran masyarakat terus meningkat. Ia menilai gangguan yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak mengarah pada konflik besar, khususnya yang bersifat antar kelompok atau antar agama.

 

“Yang paling penting adalah mencegah konflik antar kampung dan antar umat beragama. Itu yang menjadi prioritas utama kami,” tandasnya.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *