AMBON, MM. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Maluku. Tim siswa dari SMA Negeri 4 Ambon sukses menembus kategori bergengsi Innovation Award pada ajang International Creativity and Innovation Award 2026, sekaligus memastikan langkah ke panggung internasional di Kamboja.
Capaian ini menjadi loncatan besar setelah sebelumnya sekolah tersebut tiga kali berpartisipasi di kategori Innovation Challenge pada 2024 dan 2025. Tahun ini, mereka naik kelas dan akan bersaing dengan peserta dari berbagai negara di Asia hingga Eropa.
Kepala sekolah, Mezack Tentua, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil dari proses panjang dan konsistensi. Dalam tiga tahun terakhir, SMAN 4 Ambon tercatat empat kali menembus ajang internasional serupa di sejumlah negara seperti Thailand dan Vietnam, dengan raihan medali gold, silver, hingga titanium.
“Ini bukan hasil instan. Anak-anak telah melewati proses panjang hingga akhirnya bisa masuk ke kategori Innovation Award, yang levelnya lebih tinggi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Perjalanan menuju kompetisi internasional tersebut tidak mudah. Tiga tim dari SMAN 4 Ambon harus melalui seleksi nasional yang ketat, mulai dari pengiriman karya inovasi, video presentasi, hingga wawancara langsung dengan dewan juri internasional.
Tahap wawancara menjadi penentu utama, di mana kualitas ide, pemahaman, serta kemampuan komunikasi peserta diuji secara mendalam. Dari proses tersebut, hanya satu tim yang berhasil lolos.
Tim yang akan mewakili Indonesia terdiri dari Charisa Jeaniver Lawalata dan Fayola Queen Risakotta. Keduanya mengusung inovasi bertajuk “AquaRisk-AI (AI Based Water Quality Risk Monitoring System)”, yakni sistem berbasis kecerdasan buatan untuk memantau dan menganalisis risiko kualitas air secara real-time.
Keduanya dijadwalkan bertolak ke Phnom Penh, Kamboja, untuk mengikuti kompetisi pada 24–26 April 2026, didampingi guru pembimbing. Perjalanan akan dimulai dari Ambon menuju Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan internasional.
Pihak sekolah menilai keberhasilan ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing di level global dengan inovasi yang relevan.
“Ini kebanggaan bagi sekolah dan masyarakat Maluku. Kami bersyukur dan optimis bisa memberikan hasil terbaik,” kata Tentua.
Dengan rekam jejak prestasi yang telah diraih, target pun dipatok tinggi. Tim SMAN 4 Ambon membidik medali emas pada ajang ICIA 2026.
Harapan kini bertumpu pada dua siswa tersebut yang akan membawa nama Ambon dan Indonesia di kancah dunia, sekaligus membuktikan bahwa dari timur Indonesia lahir inovasi yang mampu bersaing secara global.(MM-3)
















