Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Perbedaan Jadi Kekuatan Bersama, Walikota Dorong Literasi Keagamaan Lintas Budaya

12
×

Perbedaan Jadi Kekuatan Bersama, Walikota Dorong Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. –  Walikota Ambon Boedewin Wattimena menyampaikan bahwa keberagaman di Maluku, khususnya Kota Ambon, harus dipandang sebagai kekuatan utama dalam kehidupan berbangsa. Hal ini disampaikannya pada Seminar Penguatan Karakter Bangsa untuk Mendukung Asta Cita dalam Semangat Hidup Orang Basudara melalui Pendekatan Leterasi Keagamaan Lintas Budaya yang berlangsung di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku.

 

“Perbedaan itu mesti menjadi kekuatan untuk kita bersama dalam persatuan. Nilai-nilai kehidupan yang kita miliki adalah akar kuat untuk mengikat hubungan persaudaraan,” ujarnya.

 

Menurut Walikota, nilai-nilai kearifan lokal menjadi pondasi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat persaudaraan yang selama ini menjadi perekat sosial, kata dia, tidak boleh hanya sebatas literasi sejarah, melainkan harus dihidupkan dalam perilaku sehari-hari untuk menangkal potensi polarisasi, eksklusivisme beragama, dan segregasi sosial.

 

“Literasi itu bukan sekadar kecerdasan intelektual, melainkan pemahaman mendalam untuk mewujudkan perdamaian, cinta kasih, dan keadilan. Seluruh elemen masyarakat harus mengedepankan dialog dalam setiap penyelesaian masalah,” jelasnya.

 

Walikota juga menegaskan bahwa menjaga Kota Ambon bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan masa depan yang mengedepankan dialog dan persaudaraan.

 

Sementara itu, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Gubernur Maluku berharap seluruh peserta seminar dapat menjadi duta perdamaian yang cerdas secara keagamaan dan dewasa secara kultural. Tujuannya adalah agar program-program strategis pemerintah daerah dapat diimplementasikan dengan baik untuk mewujudkan masyarakat Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

“Selamat melaksanakan seminar di hari ini, dan mari terus rawat persaudaraan ini, sebagaimana lewat pendekatan budaya orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, dari katong samua untuk Maluku dan Maluku untuk Indonesia,” pungkas sambutan tersebut.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *