AMBON,MM. – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia melalui rilis mencatat, Persentase Penduduk Miskin di Maluku September 2025 turun menjadi 15,25 persen. “Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 15,25 persen, turun 0,13 persen poin terhadap Maret 2025,”kata Pattiwaellapia.
Ia menyebutkan, jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 286,86 ribu orang, turun 9 ratus orang terhadap Maret 2025. Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 4,36 persen, naik menjadi 4,80 persen pada September 2025. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 24,61 persen, turun menjadi 24,01 persen pada September 2025.
Menurutnya, jika dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin perkotaan pada September 2025 naik sebanyak 3,97 ribu orang (dari 37,16 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 41,13 ribu orang pada September 2025). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 4,87 ribu orang (dari 250,60 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 245,73 ribu orang pada September 2025).
BPS juga mencatat, garis Kemiskinan pada September 2025 adalah sebesar Rp 797.060-/kapita/ bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 584.225,- (73,30 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 212.835,- (26,70 persen).
Pada September 2025, secara rata-rata rumah tangga miskin di Maluku memiliki 6,46 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp.5.149.008,-/rumah tangga miskin/bulan.(MM-3)
















