AMBON, MM. – Di tengah semangat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan, PDI Perjuangan Maluku melontarkan pernyataan yang mengubah arah peta politik dan tata ruang daerah. Kota Ambon tidak akan selamanya menjadi pusat pemerintahan Provinsi Maluku. PDI Perjuangan memastikan, Kota Masohi di Kabupaten Maluku Tengah disiapkan sebagai calon ibu kota baru.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, menegaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota itu bukan sekadar wacana politik atau gagasan sesaat. Ia menyebut, langkah tersebut telah resmi masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemerintah Provinsi Maluku.
“Kalau saudara-saudara tidak percaya, silakan cek. Kita sudah masukkan dalam RTRW Pemprov Maluku,” tegas Benhur dalam konferensi pers di Kantor DPD PDI Perjuangan Maluku, kawasan Karpan Ambon, Senin (3/11/2025).
Menurut Benhur, gagasan memindahkan ibu kota ke Masohi lahir dari pertimbangan geopolitik Bung Karno dan kondisi demografis Maluku yang terus berkembang. Ia menyebut, letak Masohi yang berada di Pulau Seram menjadikannya titik tengah yang strategis untuk menghubungkan berbagai gugus pulau di provinsi ini.
“Masohi punya nilai historis yang dalam. Bung Karno sendiri yang meletakkan batu pertama Kabupaten Maluku Tengah di sana. Dan hari ini, di usia ke-68 Maluku Tengah, semangat juang itu kembali hidup,” ujar Benhur.
Ia menambahkan, sejarah dan geografi memberi alasan kuat mengapa Masohi layak menjadi pusat pemerintahan baru. “Maluku ini hanya punya empat pulau besar, Seram, Buru, Wetar, dan Yamdena. Bung Karno pernah mengatakan, lahan akan mengecil sementara manusia terus bertambah. Jadi arah pembangunan harus berpindah ke tempat yang lebih terbuka dan berimbang,” jelasnya.
Benhur menegaskan, langkah PDI Perjuangan mendorong pemindahan ibu kota bukan hanya soal lokasi administratif, tetapi juga simbol pemerataan dan keadilan pembangunan bagi seluruh rakyat Maluku.
“Ini bukan soal Ambon atau Masohi, tapi tentang bagaimana seluruh rakyat Maluku merasakan pusat kekuasaan yang hadir lebih dekat. Ini semangat ideologis yang kami pegang dari Bung Karno,” tandasnya.
Rencana pemindahan ibu kota ini disebut akan dikawal partai hingga tuntas melalui mekanisme perencanaan daerah dan koordinasi lintas sektor. PDI Perjuangan menilai, perubahan orientasi pembangunan ke Pulau Seram merupakan langkah logis untuk membuka ruang ekonomi baru dan memperkuat integrasi wilayah kepulauan.
“Perjuangan ini panjang, tapi arah juangnya sudah jelas. PDI Perjuangan Maluku akan memastikan semangat geopolitik Bung Karno benar-benar hidup di tanah ini,” tutup Benhur.(MM-9)
















