Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Masalah Sampah Jadi Fokus Utama Raker DPP Santa Maria Bintang Laut Ambon

8
×

Masalah Sampah Jadi Fokus Utama Raker DPP Santa Maria Bintang Laut Ambon

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Persoalan sampah, khususnya sampah plastik dan anorganik, menjadi isu sentral dalam Rapat Kerja (Raker) Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santa Maria Bintang Laut Ambon. Raker tersebut menginisiasi agar Aksi Puasa Pembangunan (APP) menjelang masa Prapaskah 2026 diarahkan pada aksi nyata pembersihan lingkungan, terutama di kawasan pesisir pantai dan laut Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

 

Dalam Raker tersebut disepakati bahwa program APP tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan konkret berupa pembersihan sampah plastik dan sampah anorganik di wilayah pantai, laut, jalan raya, hingga saluran air. Sampah anorganik, seperti plastik, kaca, logam, kaleng, karet, dan styrofoam, dinilai menjadi ancaman serius bagi lingkungan karena sulit terurai secara alami dan mencemari ekosistem laut maupun darat.

 

Pastor Paroki Santa Maria Bintang Laut, RD Amandus Oratmangun, menegaskan bahwa memasuki masa Prapaskah 2026, gereja ingin hadir secara nyata membantu pemerintah kota dalam mengatasi persoalan sampah.

“Kita menentukan satu hari khusus, mungkin setelah Rabu Abu, untuk aksi nyata membersihkan pantai dan laut di sekitar kita dari sampah plastik. Ini bentuk dukungan konkret gereja terhadap program pemerintah kota,” ujar RD Amandus dalam sambutannya pada Raker yang berlangsung di Gedung Katolik Center, Selasa (17/2/2026).

 

Ia menjelaskan, aksi tersebut akan melibatkan seluruh unsur paroki, mulai dari Dewan Pastoral Paroki, ketua-ketua rukun, hingga sekitar 200 Orang Muda Katolik (OMK). Pembersihan direncanakan mencakup area pesisir pantai, laut dengan bantuan perahu, serta lingkungan sekitar seperti jalan dan selokan.

 

Raker DPP Santa Maria Bintang Laut ini diikuti oleh 24 ketua rukun, tiga utusan perwakilan rukun, serta lebih dari 100 anggota DPP. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kota Ambon, Roberd Sapulete, mewakili Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.

 

Dalam sambutannya, Robert Sapulete menyampaikan apresiasi atas kebijakan strategis DPP MBL yang memfokuskan program kerja pada kebersihan lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa gereja tidak hanya berbicara dalam lingkup internal, tetapi hadir dan bekerja nyata bagi kepentingan masyarakat luas.

“Kalau gereja melalui Aksi Puasa Pembangunan melakukan pembersihan lingkungan, khususnya pantai dan laut, itu adalah tindakan nyata. Gereja hadir bersama pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

 

Ia juga menyinggung persoalan pencemaran di Teluk Ambon yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Sampah, kata Sapulete, merupakan konsekuensi dari aktivitas kehidupan sehari-hari, namun persoalan utamanya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah secara tertib.

“Pemerintah sudah menyediakan tempat sampah, tapi sering kali sampah tidak dibuang pada tempatnya. Ini membutuhkan kesadaran kolektif,” tegasnya.

 

Melalui Raker ini, DPP Santa Maria Bintang Laut menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kota, tidak hanya melalui pembinaan iman, tetapi juga lewat kepedulian sosial dan lingkungan. Gereja diharapkan menjadi kekuatan moral dan sosial dalam mendorong terciptanya masyarakat Ambon yang bersih, sehat, beradab, dan sejahtera.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *