Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Konflik di Kecamatan Seram Utara, Satu Personil Polri Meninggal, 4 Korban Luka

156
×

Konflik di Kecamatan Seram Utara, Satu Personil Polri Meninggal, 4 Korban Luka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Konflik antar warga kembali terjadi di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (3/4/2025) pukul 09.45 WIT. Konflik melibatkan dua kelompok warga di Kecamatan Seram Utara, Desa Sawai dan Rumaholat.

 

Example 300x600

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bentrok antar warga ini menyebabkan PS. Panit intelkam Polsek Wahai Polres Malteng Polda Maluku, Bripka Husni Abdulah meninggal dunia terkena tembakan, dan 4 warga mengalami luka terkena senapan angin.

 

“Betul ada terjadi insiden saling serang antara dua kelompok warga,”kata sumber, Kamis sore.
Ia menyebutkan, konflik berawal dari terjadinya pemukulan terhadap salah seorang supir mobil yang merupakan warga Rumaolat saat melintasi jalur negeri Sawai, sehingga memicu terjadinya penebangan tanaman milik warga Negeri Sawai.

 

Menyikapi aksi ini, warga Negeri Sawai dan Olong berkumpul dan langsung menuju ke perbatasan Negeri Sawai dan Rumaolat sambil membawa alat tajam, disambut massa dari negeri Rumaolat. Kedua kelompok massa langsung terlibat saling serang menggunakan senapan angin, senjata tajam dan batu.

 

 

 

Dari video yang beredar, sejumlah rumah warga di Masihulan ikut dibakar massa dalam bentrokan tersebut. Hal ini disebabkan karena jumlah personil Polsek Sawai yang terbatas sehingga massa sulit dikendalikan.

 

Bupati Malteng, Kapolres Malteng dan Dandim telah langsung menuju lokasi untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai. Selain itu, sejumlah anggota TNI AD dari Batalyon Infantri 731/Kabaresi yang berada di bawah komando Brigif 27/Nusa Ina juga telah dikerahkan untuk membackup pengamanan yang dilakukan oleh personil Polres Malteng.

 

Salah satu akun facebook, Gerbang Malteng dalam postingannya menghimbau agar kedua negeri menahan diri dan menghentikan pertikaian serta “stop kekerasan”.
“Mari katong (kita) hidup baku jaga sikap toleransi, ktong selaku orang basudara. Jg tagal ego Katong lupa Katong dari ujung gunung sampe kaki gunung masi orang sudara. Mari laeng syg laeng, laeng bantu laeng,” tulisnya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan bentrokan tersebut. Rencananya, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura dan Kapolda Maluku akan menuju ke Kecamatan Seram Utara, Jumat besok untuk bertemu dengan dua kelompok warga yang bertikai. (MM-2)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *