Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Klasis GPM Pulau Ambon Gelar REMAJA BAKUMPUL LINTAS IMAN Di Pengeringan Airsalobar.

101
×

Klasis GPM Pulau Ambon Gelar REMAJA BAKUMPUL LINTAS IMAN Di Pengeringan Airsalobar.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Bertempat di lokasi Pengeringan Air Salobar Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Senin, 29/12/2025, Klasis GPM Pulau Ambon menggelar kegiatan Remaja Bakumpul Lintas Agama yang melibatkan remaja dua komunitas, yakni Komunitas Kristen dan Komunitas muslim.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Pendeta H.R. Tupan. M. Th, dan dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak mewakili Wali Kota Ambon yang berhalangan hadir.

Sekum, Tupan sesaat sebelum membuka jalannya kegiatan antara lain mengatakan, tinggal 2 hari lagi tahun 2025 akan berakhir. Dan di pulau Ambon tahun 2025 akan diakhiri dengan damai, karena itu kegiatan Remaja Bakumpul Lintas Iman ini sengaja dilakukan di akhir tahun, dimana menurutnya sebagai bagian daripada cara Klasis pulau Ambon menggemakan damai dari awal tahun sampai ke akhir tahun.

Dan oleh karena itu maka menurut Sekum patutlah mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang memperkenankan kegiatan ini dapat berlangsung dan merupakan seri ke-5 dari perjumpaan anak dan remaja setiap tahun. Dan pelaksanaan tahun ini akan dilaksanakan ke tingkat yang lebih mendalam. Dan diberi tema: “Anak Ambon Cinta Damai, Beta Par Ambon, Ambon Par Samua”.

Selanjutnya Sekum Tupan mengatakan : “Kita percaya bahwa perdamaian sejati tidak cukup untuk dibicarakan, dislogankan, apalagi hanyalah retorika, tetapi harus dikerjakan bahkan sejak dini di kalangan anak dan remaja.

Mereka harus diajak untuk memahami panggilan untuk saling mengenal dan saling menghormati senagai makna sejati dari hidup orang Basudara yang menjadi nilai luhur orang Maluku serta menumbuhkan karakter dan integritas yang kokoh dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

 

Sementara itu Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak antara lain mengatakan, sama seperti yang disampaikan oleh baik ketua Klasis P. Ambon maupun Sekum MPH Sinode itu benar bahwa damai itu indah, oleh sebab itu semua komponen yang ada di kota Ambon, apa itu suku, Ras, dan golongan di kota ini wajib menjaga kota ini untuk damai.

Dikatakan, bahwa dalam pembahasan program pemerintah kota di mana Ketua Forum anak juga terlibat sehingga juga menyiapkan program untuk anak-anak di kota Ambon.

Menurutnya kegiatan Remaja Bakumpul Lintas Iman yang dilaksanakan oleh Klasis P. Ambon ini kiranya menjadi basis untuk ke depan dilaksanakan pula di belahan kota Ambon lainnya. Ia berterima kasih atas upaya yang telah diciptakan oleh Klasis P. Ambon dan berharap ke depan Pemerintah kota akan memperhatikannya dengan juga dukungan dana.

Sementara itu, Pendeta. W.A. Beresaby.M.Th. selaku Ketua MPK Pulau Ambon yang juga memberikan sambutan dalam acara Remaja Bakumpul Lintas Iman ini antara lain mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung selama 5 tahun dan untuk hari ini akan diikuti oleh 70 anak dan 12 pendamping dari 2 komunitas, baik itu di Pohon Mangga maupun Jemaat di Amahusu, Nehemia, Pniel dan Batesda.

Menurutnya ke-70 anak dan pendampingnya selama 2 hari akan merenung kehidupan sebagai anugerah Allah dengan tema kegiatan : Anak Ambon cinta Damai. Beta Par Ambon, Ambon Par Samua”.

 

“ini bagian dari obsesi kita untuk bersama-sama untuk membangun relasi atau hubungan-hubungan lintas iman dari anak-anak. Dan karena itu mereka pun ada dan menjadi bagian dari warga kota, umat beragama dan juga menjadi bagian dari pada warga bangsa.”ujarnya sembari menambahkan sejak tahun 2021 kegiatan ini sudah dilakukan, bahkan menurutnya sejak 5 tahun ini kegiatan ini sudah didukung oleh dana yang cukup besar, terutama dari kas Klasis dimana dari catatannya telah mencapai Rp. 425.335.000, (Empat ratus dua puluh Lima juta tiga ratus tigapuluh lima ribu rupiah).

Menurutnya dana yang begitu besar telah digunakan untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan pembinaan anak-anak di dua komunitas.

 

Sebelumnya di awal kegiatan, ketua Panitia pelaksana, Semi Hatulely melaporkan jika kegiatan ini memiliki tujuan : Satu. Menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleransi antar remaja lintas iman.
Dua. Membentuk karakter remaja yang cinta damai, inklusif, dan bertanggung jawab.
Tiga. Membangun hubungan persaudaraan antara remaja Kristen dan Islam.
Empat. Menanamkan nilai hidup orang basudara dalam kehidupan sehari-hari.
Lima. Mencegah berkembangnya sikap intoleransi dan konflik di kalangan generasi muda.

Sementara itu pilihan tema: “Anak Ambon Cinta Damai, Beta Par Ambon, Ambon Par Samua”, tema ini menegaskan Bahwa komitmen remaja Ambon saat ini untuk menjaga persaudaraan, mencintai perdamaian, serta merawat kebersamaan sebagai identitas masyarakat Maluku.
Dari sisi peserta Hatulely menyebutkan Jumlah peserta sebanyak 70 (tujuh puluh) orang remaja , dengan rincian: 35 orang remaja Kristen, 35 orang remaja Islam, mereka didampingi oleh: 6 (enam) orang Kakak Pemuda Kristen dan 6 (enam) orang Pendamping dari Komunitas Islam.

Menariknya di dalam kegiatan tersebut dapat dibagikan secara gratis sebuah buku yang ditulis oleh anak-anak sendiri berjudul “Cermin Harmoni”, buku ini ditulis oleh anak-anak sendiri sejak kegiatan pertama tahun 2021 dan oleh Ketua Klasis Pulau Ambon di dalam buku itu anak-anak menulis tentang apa yang mereka alami.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *