AMBON,MM. – Nilai ekspor Maluku Januari–Desember 2025 mencapai US$55,63 juta atau turun 19,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Nilai ekspor nonmigas sebesar US$45,66 juta mengalami peningkatan 0,17 persen.
Plh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Jessica Pupella menyebutkan, Ekspor Maluku Desember 2025 mencapai US$15,76 juta, naik 53,00 persen dibanding ekspor Desember 2024 senilai US$10,30 juta.
Ia menyebutkan, Ekspor Januari–Desember 2025 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$51,98 juta, disusul Hongkong US$3,50juta, dengan kontribusi keduanya mencapai 99,72 persen. Sementara ekspor ke negara kawasan luar Asia yakni ke Amerika Serikat sebesar US$0,15 juta dengan kontribusi sebesar 0,28 persen.
Menurut pelabuhan muat, ekspor Maluku pada Januari–Desember 2025 dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso dengan nilai US$45,32 juta (81,47 persen), diikuti Pelabuhan Bula senilai US$9,97 juta (17,92 persen) dan Pelabuhan Tual senilai US$0,34 juta (0,62 persen).
Sementara itu, Nilai impor Maluku Januari-Desember 2025 mencapai US$359,07 juta atau turun 23,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga turun 78,16 persen dari US$21,40 juta menjadi US$4,67 juta.
Disebutkan, Nilai impor Maluku Desember 2025 mencapai US$53,05 juta, naik 21,08 persen dibanding kondisi Desember 2024 senilai US$43,81 juta. Negara pemasok barang impor Maluku selama Januari-Desember 2025 adalah Singapura US$221,23 juta (61,61 persen), Malaysia US$125,21 juta (34,87 persen), Korea Selatan US$7,95 juta (2,22 persen) dan Tiongkok US$4,67 juta (1,30 persen). Impor dari ASEAN US$346,45 juta (96,48 persen) dan Asia lainnya US$12,63 juta (3,52 persen).
Sedangkan Neraca perdagangan Maluku Januari-Desember 2025 mengalami defisit US$303,44 juta yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$40,99 juta, sementara sektor migas defisit senilai US$344,43 juta. (MM-3)
















