AMBON, MM. —Pemerintah Kota Ambon tidak hanya mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca, tetapi juga memastikan kesiapsiagaan penuh aparat dan layanan darurat menghadapi potensi hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (24/02/2026).
Melalui akun resmi media sosial Pemkot Ambon, BetaAmbon, sekitar pukul 16.15 WIT, pemerintah menyampaikan peringatan dini berdasarkan data dan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ambon. Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi mulai pukul 16.30 WIT hingga 20.40 WIT.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kecamatan Sirimau, Teluk Ambon, Baguala, termasuk kawasan lereng Gunung Sirimau dan Gunung Nona. Intensitas hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dinilai berisiko menimbulkan genangan, banjir akibat luapan sungai, hingga tanah longsor.
Pemkot Ambon memberi perhatian khusus bagi warga yang tinggal di bantaran sungai seperti Sungai Latuhalat dan Sungai Hative Besar, serta daerah rawan longsor yang telah masuk dalam peta risiko bencana kota.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot melalui BPBD dan instansi terkait telah melakukan koordinasi dan pemantauan selama 24 jam. Tim gabungan disiagakan lengkap dengan peralatan evakuasi dan dukungan sumber daya manusia untuk merespons cepat jika terjadi kondisi darurat.
Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak selama cuaca ekstrem berlangsung. Warga juga diimbau memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menyiapkan perlengkapan darurat, serta rutin memantau informasi resmi dari BMKG dan Pemkot Ambon.
Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 atau nomor siaga bencana Kota Ambon di 0911-311234.
Dengan kesiapsiagaan lintas instansi dan partisipasi aktif warga, Pemkot Ambon berharap potensi risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga(MM-10)
















