AMBON,MM. – Aktivitas transportasi di Provinsi Maluku pada Februari 2026 menunjukkan perlambatan signifikan. Penurunan terjadi pada jumlah penerbangan, kunjungan kapal, hingga pergerakan penumpang, mencerminkan melemahnya mobilitas ekonomi dibanding bulan sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat jumlah pesawat yang datang pada Februari 2026 sebanyak 658 unit, turun 13,76 persen dibanding Januari 2026. Sementara itu, jumlah kunjungan kapal tercatat 830 unit atau menurun 16,58 persen secara bulanan.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), belum lama ini menjelaskan bahwa penurunan ini juga diikuti oleh berkurangnya jumlah penumpang, baik angkutan udara maupun laut.
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2026 tercatat 29.056 orang, turun 25,28 persen dibanding Januari yang mencapai 38.886 orang. Penumpang datang juga mengalami penurunan 19,74 persen, dari 41.906 orang pada Januari menjadi 33.634 orang di Februari.
Tren serupa terjadi pada transportasi laut. Di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, jumlah penumpang yang berangkat tercatat 37.378 orang, merosot 33,24 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara pada tujuh pelabuhan pengumpul, jumlah penumpang berangkat turun 32,86 persen menjadi 35.293 orang.
Dari sisi logistik, volume barang yang diangkut melalui udara juga mengalami penurunan. Tercatat 476,61 ton barang dimuat pada Februari, turun 19,68 persen dibanding Januari sebesar 593,40 ton.
Untuk angkutan laut, barang yang dimuat mencapai 91,98 ribu ton atau turun tipis 0,61 persen. Namun, aktivitas bongkar muat menunjukkan peningkatan, dengan total barang dibongkar mencapai 198,05 ribu ton atau naik 18,26 persen dibanding Januari.
Secara umum, penurunan mobilitas ini mengindikasikan adanya perlambatan aktivitas ekonomi jangka pendek, terutama pada sektor transportasi dan distribusi. Meski demikian, peningkatan pada arus barang bongkar memberi sinyal adanya pergerakan logistik yang tetap terjaga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasokan di wilayah Maluku. (MM-3)
















