Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Hari Laut Sedunia di Buru, TNI AL dan Wanadri Tanam Harapan untuk Ekosistem Laut

10
×

Hari Laut Sedunia di Buru, TNI AL dan Wanadri Tanam Harapan untuk Ekosistem Laut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BURU, MM. – Peringatan Hari Laut Sedunia tahun 2026 di Kabupaten Buru tidak hanya diwarnai dengan seremoni, tetapi juga aksi nyata pelestarian lingkungan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, dan TNI Angkatan Laut.

 

Semangat menjaga kekayaan laut Indonesia itu tercermin dalam pembukaan Ekspedisi Wanadri Women Dive (WWD) yang berlangsung di Aula Pantai Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Senin (8/6/2026).

 

Kegiatan yang digagas Wanadri Women Dive bersama Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Maluku tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut, khususnya di wilayah Maluku yang dikenal memiliki kekayaan biodiversitas laut kelas dunia.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodaeral IX, Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Bupati Buru, jajaran Forkopimda Kabupaten Buru, personel Kodaeral IX, anggota Wanadri, akademisi, peneliti, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat.

 

Pembukaan ekspedisi diawali dengan berbagai kegiatan edukatif dan aksi lingkungan yang melibatkan peserta dan warga pesisir. Gerakan bersih pantai menjadi salah satu agenda utama sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman sampah laut yang semakin meningkat.

 

Tidak hanya itu, peserta juga melakukan aktivitas free dive yang bertujuan memperkenalkan keindahan bawah laut Pulau Buru sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi ekosistem pesisir.

 

Puncak kegiatan ditandai dengan aksi transplantasi terumbu karang yang dilakukan di perairan sekitar lokasi kegiatan. Penyelaman konservasi tersebut dipimpin langsung oleh Dankodaeral IX bersama sejumlah pejabat daerah serta tim penyelam dari Kodaeral IX dan Wanadri Women Dive.

 

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memulihkan ekosistem laut sekaligus menjaga habitat berbagai biota yang bergantung pada keberadaan terumbu karang.

 

Dalam sambutannya, Laksma TNI Hanarko Djodi Pamungkas menegaskan bahwa upaya rehabilitasi terumbu karang bukan sekadar kegiatan simbolis dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia.

 

Menurutnya, program bertajuk “Rediscover Buru – Moving Forward Coral Restoration and Beyond” merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan mata pencahariannya pada sumber daya laut.

 

“Terumbu karang memiliki peran penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan menjadi rumah bagi berbagai jenis biota laut. Karena itu, upaya pelestariannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan laut demi keberlanjutan generasi mendatang.

 

Melalui ekspedisi ini, TNI AL juga ingin menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan laut tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas lingkungan, nelayan, hingga masyarakat umum agar program konservasi dapat berjalan berkelanjutan.

 

Selain aspek konservasi, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki dampak strategis bagi pengembangan sektor wisata bahari di Kabupaten Buru. Keindahan bawah laut yang dimiliki Pulau Buru dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

 

Keberadaan para penyelam perempuan yang tergabung dalam Wanadri Women Dive turut memberi warna tersendiri dalam ekspedisi tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang gender maupun latar belakang profesi.

Menutup kegiatan, Dankodaeral IX mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga laut dari ancaman pencemaran dan menghentikan berbagai praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem.

 

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai peringatan tahunan semata. Laut yang sehat adalah warisan bagi generasi mendatang, sehingga harus dijaga bersama melalui aksi nyata yang berkelanjutan,” tandasnya.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam Ekspedisi Wanadri Women Dive, Pulau Buru kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu wilayah penting dalam upaya pelestarian laut dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya pesisir yang berkelanjutan. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *