Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaEkonomiHeadline

Ambon Bangun Masa Depan dari Secangkir Kopi, Anak Muda Disiapkan Jadi Barista Profesional

4
×

Ambon Bangun Masa Depan dari Secangkir Kopi, Anak Muda Disiapkan Jadi Barista Profesional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Kota Ambon mulai menempatkan kopi bukan sekadar sebagai minuman harian, tetapi sebagai identitas budaya baru sekaligus sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan bagi generasi muda Maluku.

 

Komitmen itu terlihat melalui pelaksanaan kegiatan “Moluccas Coffee Party Batch I Tahun 2026” yang digelar di Aula SMP Negeri 2 Ambon, Kamis (21/5/2026), dengan agenda pelatihan dan uji kompetensi bagi calon barista dan pengolah kopi profesional.

 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang menegaskan bahwa perkembangan industri kopi di Ambon menunjukkan tren yang sangat positif dan layak dijadikan salah satu kekuatan ekonomi kota ke depan.

 

Menurutnya, menjamurnya kedai kopi di berbagai sudut Kota Ambon menjadi bukti bahwa budaya ngopi kini telah berkembang menjadi gaya hidup sekaligus peluang usaha yang memiliki pasar besar.

“Kalau ditekuni dengan serius dan profesional, usaha kopi sangat menjanjikan. Apalagi kita punya Kopi Tunei, kopi khas Maluku yang memiliki cita rasa tersendiri dan harus menjadi kebanggaan daerah,” ujar Bodewin.

 

Ia mengungkapkan, salah satu pengusaha kopi di kawasan JMP Galala bahkan mampu menjual hingga 500 cangkir kopi per hari pada masa awal usahanya. Fakta itu disebut menjadi indikator bahwa industri kopi memiliki prospek ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Bodewin menjelaskan, pengembangan industri kopi sejalan dengan arah pembangunan Kota Ambon yang lebih bertumpu pada sektor jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, bukan eksploitasi sumber daya alam.

 

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon mulai memberi dukungan melalui penyediaan ruang usaha, pembinaan UMKM hingga pengembangan lahan kopi lokal di kawasan Soya sebagai bagian dari penguatan ekosistem kopi daerah.

 

Tema kegiatan “Tomahasa Tunei Kafea” yang berarti “berjalan perlahan tetapi pasti dengan produk asli dan berkualitas” dinilai mencerminkan semangat membangun industri kopi lokal yang berkarakter dan berdaya saing.

 

Sementara itu, Direktur LSP Kopi Indonesia, Krisdiandi, menyebut pelatihan tersebut menjadi jawaban atas keinginan panjang komunitas kopi Maluku agar anak-anak muda di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mendapatkan pengakuan profesional tanpa harus keluar daerah.

 

Menurutnya, seluruh peserta nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sehingga membuka peluang lebih luas untuk bekerja maupun membangun usaha di industri kopi.

 

“Kami ingin memastikan kesempatan belajar dan sertifikasi tidak hanya dinikmati kota besar, tetapi juga bisa diakses generasi muda di Maluku,” katanya.

 

Dari total 37 pendaftar, sebanyak 30 peserta terbaik terpilih mengikuti pelatihan intensif tersebut. Mereka akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknik meracik kopi, pengolahan biji kopi hingga standar pelayanan industri kopi modern.

 

Direktur PT Moluccas Creative Development Team, Fiany Huwae, mengatakan kegiatan ini baru menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri kopi di Maluku.

Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas ke berbagai kabupaten di Maluku agar semakin banyak anak muda memiliki keterampilan profesional dan mampu bersaing dalam industri kopi nasional.

 

Rangkaian kegiatan “Moluccas Coffee Party Batch I Tahun 2026” nantinya akan ditutup melalui Festival Kopi di Pattimura Park yang menghadirkan diskusi industri kopi, lomba meracik kopi hingga narasumber tingkat nasional.

Melalui kegiatan tersebut, Ambon mulai menunjukkan ambisi menjadikan kopi lokal bukan hanya komoditas konsumsi, tetapi simbol kreativitas, identitas budaya dan sumber ekonomi baru bagi generasi muda Maluku.(MM-10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *