Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

PNM Ambon Perkuat Peran Perempuan Lewat Edukasi Kesehatan

12
×

PNM Ambon Perkuat Peran Perempuan Lewat Edukasi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Upaya mendorong kesetaraan gender dan peningkatan kualitas hidup perempuan terus diperkuat PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon melalui program PNM Humanity.

 

Dalam rilis Humas PNM Cabang Ambon, Selasa (7/4/2026), disebutkan bahwa kesadaran terhadap kesehatan reproduksi dan perlindungan diri perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan setara. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 5 tentang kesetaraan gender.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Madani Sehat dan Terlindungi” yang melibatkan 100 karyawan dan 50 nasabah PNM Mekaar. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga membuka ruang edukasi terkait kesehatan reproduksi dan seksual secara terbuka dan bertanggung jawab.

 

Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami peserta. Selain edukasi kesehatan, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya perlindungan asuransi sebagai langkah antisipatif menghadapi berbagai risiko kehidupan. Kolaborasi dengan BRILife turut memperkaya materi dan memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya perlindungan diri.

 

Salah satu peserta mengaku mendapatkan perspektif baru dari kegiatan tersebut. Ia menyebut, selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada usaha, namun kini mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan, terutama sebagai perempuan yang memiliki peran besar dalam keluarga.

 

Pemimpin Cabang PNM Ambon, Taufiq Marsuki, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemberdayaan perempuan secara menyeluruh.

“Perempuan adalah fondasi ekonomi keluarga. Ketika mereka memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan perlindungan diri, dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan,” ujarnya.

 

Melalui pendekatan ini, pemberdayaan tidak lagi sekadar akses pembiayaan, tetapi juga proses membangun kesadaran dan ketahanan diri. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *