Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

HL Arahkan Pembangunan Pertanian 2026 pada Swasembada dan Hilirisasi

7
×

HL Arahkan Pembangunan Pertanian 2026 pada Swasembada dan Hilirisasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengarahkan pembangunan sektor pertanian Provinsi Maluku Tahun 2026 pada dua fokus utama, yakni swasembada pangan dan hilirisasi komoditas unggulan.

 

Arahan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Pertanian Tahun 2026 yang digelar Dinas Pertanian Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (27/02/2026).

 

Gubernur menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan bagian dari prioritas nasional yang sejalan dengan visi pembangunan daerah. Karena itu, sektor pertanian harus dikelola secara strategis dan terpadu untuk menjawab tantangan kemiskinan, pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Menurutnya, swasembada pangan tidak boleh dimaknai secara sempit hanya pada beras. Maluku memiliki kekayaan pangan lokal yang harus diperkuat sebagai basis ketahanan dan kemandirian pangan.

 

“Kita harus mendorong penguatan pangan lokal seperti sagu, ubi kayu, sukun, hotong, dan jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif masyarakat Maluku,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan pertanian dari hulu hingga hilir. Hilirisasi komoditas unggulan dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah, memperkuat posisi petani, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan lintas kabupaten/kota harus terus diperkuat agar perencanaan dan pelaksanaan program berjalan efektif.

 

Dalam Rakor tersebut, Gubernur turut menyoroti dukungan sektor pertanian terhadap Program Makan Bergizi Gratis melalui penyediaan pasokan bahan pangan yang berkelanjutan di daerah. Selain itu, hilirisasi komoditas pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan menjadi agenda prioritas pembangunan tahun 2026.

 

Ia menyebutkan, sejumlah program hilirisasi tengah disiapkan, di antaranya pengembangan sagu, kelapa dalam, pala, serta peternakan ayam terintegrasi di beberapa kabupaten/kota. Seluruh program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan perekonomian Maluku secara keseluruhan.

 

“Saya berharap Rakor ini menghasilkan rumusan pembangunan pertanian yang benar-benar berbasis pada penguatan pangan lokal dan hilirisasi komoditas, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Gubernur.

 

Rakor Pembangunan Pertanian Tahun 2026 dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah Provinsi Maluku, para kepala Bappeda dan Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Maluku, serta pemangku kepentingan terkait, sebagai bagian dari upaya menyatukan langkah pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.(MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *