JAKARTA,MM. – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Maluku–Malut mengungkapkan lonjakan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Paparan kinerja tersebut disampaikan dalam RUPS yang digelar di Hotel GiiA Maluku Jakarta, Senin (23/2), dan mendapat persetujuan bulat seluruh pemegang saham.
RUPS dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa selaku pemegang saham pengendali, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, serta para bupati dan wakil bupati dari Maluku dan Maluku Utara. Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, memaparkan bahwa hampir seluruh indikator keuangan menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tantangan industri perbankan nasional.
Secara rinci, total aset bank mencapai Rp10,552 triliun atau tumbuh 19,84 persen (year on year). Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp6,849 triliun, meningkat 18,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit mencapai Rp6,067 triliun dengan pertumbuhan 10,10 persen, sementara pendapatan operasional menembus Rp1,190 triliun atau naik 20,16 persen. Laba bersih bank pada 2025 tercatat sebesar Rp181 miliar.
Dari sisi kesehatan bank, rasio permodalan dan profitabilitas juga berada di atas standar regulator. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 31,71 persen, Return on Assets (ROA) 2,65 persen, Net Interest Margin (NIM) 7,80 persen, serta rasio kredit bermasalah (NPL nett) terjaga di angka 1,20 persen. Kondisi ini menegaskan stabilitas dan daya tahan Bank Maluku Malut.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan seluruh indikator fundamental menjadi bukti bahwa pengelolaan bank berjalan optimal dan profesional.
“Jika di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang penuh ketidakpastian bank ini tetap mampu menunjukkan kinerja terbaik, maka itu patut diapresiasi,” ujarnya.
Selain pengesahan laporan keuangan, RUPS juga menetapkan kebijakan jasa produksi atau tantiem bagi karyawan yang mengalami kenaikan sebesar 1,8 persen, serta pembagian dividen kepada para pemegang saham sesuai porsi kepemilikan. Kebijakan tersebut dinilai tidak mengganggu hak pemegang saham dan tetap mencerminkan tata kelola yang sehat.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku berharap Bank Maluku Malut dapat terus meningkatkan kinerjanya pada 2026 agar kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Maluku dan Maluku Utara semakin besar.(MM-9)
















