Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Wawali Ambon Dorong Penguatan Kelembagaan BUMDes Lewat Workshop Studi Kelayakan Usaha

12
×

Wawali Ambon Dorong Penguatan Kelembagaan BUMDes Lewat Workshop Studi Kelayakan Usaha

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, mendorong penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui workshop penyusunan dan analisis studi kelayakan usaha, pada hari  Selasa (24/2/2026) di Pasific Hotel.

 

Dalam sambutannya, Ely menegaskan bahwa pengelolaan BUMDes tidak hanya sebatas menjalankan unit usaha dan memanfaatkan aset desa, melainkan juga harus mampu mengembangkan investasi, meningkatkan produktivitas, serta menyediakan layanan dan berbagai jenis usaha lain demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

 

Menurutnya, pembangunan BUMDes tidak cukup hanya dengan penyertaan modal yang bersumber dari desa, masyarakat, maupun kerja sama pihak ketiga. Yang lebih penting adalah kesiapan kelembagaan yang kuat, mulai dari aspek legalitas, tata kelola organisasi, hingga sumber daya manusia (SDM) yang jujur, kompeten, dan profesional.

 

“Perencanaan usaha harus matang dan berbasis pada potensi yang dimiliki desa atau negeri. Selain itu, dukungan penuh dari pemerintah desa atau negeri, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau saniri, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan,” ujarnya.

 

Ely menjelaskan, workshop ini merupakan langkah strategis pemerintah kota dalam memperkuat kapasitas pengelola BUMDes agar mampu menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara terstruktur dan profesional. Di tengah dinamika dan persaingan ekonomi yang semakin kompleks, BUMDes dituntut memastikan setiap unit usaha layak secara finansial, operasional, maupun dari sisi pasar.

 

Karena itu, peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya studi kelayakan bisnis, mulai dari analisis pasar, aspek teknis, aspek keuangan, hingga manajemen risiko.

 

Dengan pendekatan tersebut, BUMDes diharapkan dapat mengambil keputusan usaha yang tepat, meminimalkan potensi kerugian, serta memaksimalkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Selain menjadi forum pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar-BUMDes, sekaligus membangun jejaring kerja sama dengan pihak ketiga. Sinergi dan kolaborasi disebut sebagai kunci dalam memperkuat ekonomi desa yang berkelanjutan.

 

Wakil WaliKota turut menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kebijakan Publik yang telah mendukung penyelenggaraan workshop tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan mengimplementasikan hasilnya di desa masing-masing demi terwujudnya kemandirian ekonomi.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *