Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Wali Kota Ambon Ajak ASN Tingkatkan Zakat dan Canangkan Gerakan Lingkungan “Tambahan”

5
×

Wali Kota Ambon Ajak ASN Tingkatkan Zakat dan Canangkan Gerakan Lingkungan “Tambahan”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat budaya zakat, mendukung program strategis nasional, serta meluncurkan gerakan lingkungan bernama “Tambahan” saat memimpin Apel Pagi yang dirangkaikan dengan penyerahan Piagam Penghargaan Baznas Kota Ambon Awards 2026.

 

Kegiatan berlangsung  pukul 08.00 WIT di Lapangan Apel Balai Kota Ambon pada Rabu (18/02/2026), dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Kota Ambon, para pimpinan OPD terkait, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Ambon, pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ambon, para kepala sekolah, pelajar, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Ambon.

 

Dalam sambutannya, Wattimena menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan wujud keikhlasan berbagi yang menjadi tanggung jawab moral setiap umat beragama. Ia menegaskan bahwa pemberian bantuan tersebut berasal dari kesadaran pribadi, bukan karena paksaan dari pihak manapun.

 

“Setiap nikmat dan rejeki yang kita terima dalam hidup, di dalamnya selalu ada hak orang lain yang kurang beruntung. Karena itu, memberi adalah panggilan iman yang harus tumbuh dalam diri kita semua, bukan sebuah kewajiban yang dipaksakan,” ungkap Wattimena.

 

Ia juga mengapresiasi capaian peningkatan jumlah pengumpulan zakat di Kota Ambon yang terus menunjukkan perkembangan positif dari waktu ke waktu. Menurutnya, penghargaan Baznas Award tahun 2026 menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ), baik yang berada di lingkungan pemerintah maupun lembaga mandiri. Selain itu, penghargaan ini juga diharapkan dapat memotivasi para ASN, khususnya yang beragama Islam, untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat secara sukarela dan konsisten.

 

Selain membahas tentang zakat, Wali Kota menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional terkait pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap sejumlah program strategis nasional. Di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Garuda, serta Gerakan Asri.

 

Untuk menindaklanjuti arahan tersebut dan memperkuat upaya pembangunan lingkungan, Pemerintah Kota Ambon akan meluncurkan gerakan lingkungan bernama “Tambahan” – yang merupakan akronim dari Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman. Peluncuran gerakan ini direncanakan akan bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional yang akan datang.

 

Melalui gerakan “Tambahan”, seluruh instansi pemerintah dan lembaga swasta di wilayah Kota Ambon akan diminta untuk menetapkan satu hari khusus setiap minggu – baik pada hari Jumat atau Sabtu – untuk melakukan kerja bakti bersama yang fokus pada pembersihan lingkungan kantor dan area sekitarnya.

 

Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga menetapkan target penanaman pohon selama empat tahun masa kepemimpinan saat ini, yaitu sedikitnya 5.000 pohon gadihu (tanaman endemik khas Maluku) serta 5.000 pohon produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

“Kita memiliki visi agar Kota Ambon terlihat lebih bersih, asri, hijau, dan nyaman untuk dihuni. Pohon yang akan kita tanam tidak hanya sekadar untuk keindahan lingkungan, tetapi juga diharapkan bersifat produktif dan dapat memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Ambon,” tegasnya.

 

Di akhir sambutan, Wattimena mengajak seluruh warga Kota Ambon untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban menjelang serta selama berlangsungnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, yang pada tahun ini berdekatan dengan perayaan Imlek. Ia menilai bahwa kedekatan kedua perayaan tersebut menjadi refleksi nyata tentang kehidupan toleransi yang tumbuh kuat di Kota Ambon.

 

“Kita memang berbeda dalam keyakinan dan tradisi, tetapi perbedaan tersebut bukanlah alasan untuk memisahkan diri satu sama lain. Justru perbedaan itu harus menjadi kekuatan yang mempererat tali persaudaraan dan mendorong kita untuk saling menghargai serta hidup dalam semangat toleransi yang tinggi,” tandasnya.

 

Sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, Pemerintah Kota Ambon telah menghias sejumlah sudut kota dengan ornamen bernuansa Islami. Selain itu, Wali Kota juga mengimbau seluruh ASN dan masyarakat luas untuk tetap menjaga suasana kondusif dan damai demi kenyamanan bersama selama periode perayaan tersebut. (MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *