Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Perkelahian Pemuda di Ambon, Dua Mahasiswa Terkena Anak Panah

68
×

Perkelahian Pemuda di Ambon, Dua Mahasiswa Terkena Anak Panah

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

AMBON,MM. – Perkelahian antara pemuda, terjadi di Lorong Servis samping RSUP Dr J Leimena, Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, Kamis (11/2/2026), pukul 23.50 WIT.

Insiden yang melibatkan, salah satu kelompok pemuda dengan dua pemuda asal Negeri Rumah Tiga, menyebabkan dua mahasiswa terluka terkena anak panah, dan kerusakan rumah warga.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden berdarah ini bermula sekitar pukul 23.30 WIT. Berdasarkan keterangan salah satu korban, Mikael Anakotapary (23), pemicu bentrokan diduga kuat merupakan aksi balas dendam atas pemukulan kakak korban di Negeri Liang tiga hari sebelumnya.

Saat melihat seorang pemuda asal Liang melintas di Lorong Service, Mikael sempat mencegat dan menanyakan asal daerahnya. “Se orang Liang kah?” tanya Mikael sebelum akhirnya meluapkan emosinya dengan melakukan pemukulan sebanyak tiga kali kepada pemuda tersebut. Mikael kemudian menyuruh pemuda itu pergi.

Namun, hanya berselang 10 menit, pemuda tersebut kembali membawa dua rekannya, sehingga terjadi perkelahian. Tidak hanya dua rekan awal, sekitar 10 orang tambahan yang merupakan gabungan pemuda asal Liang dan Kei ternyata sudah bersiaga di jalan raya.

Situasi semakin tidak terkendali saat kelompok massa mulai merangsek masuk ke area pemukiman di RT 03/RW 004. Terdesak oleh jumlah lawan, Mikael sempat berusaha membela diri dengan mengambil parang. Namun, sebelum sempat melawan, sebuah anak panah mengenai paha kirinya.

Massa yang beringas juga melakukan pelemparan batu ke arah rumah korban hingga menyebabkan kaca jendela hancur berantakan.
Upaya pembubaran massa sempat dilakukan oleh Babinsa Negeri Rumahtiga, Serka Asis Wabula, bersama personel Polsek Teluk Ambon yang dipimpin oleh Aipda Komang Sukerta.
Meski sempat membubarkan diri, ketegangan kembali memuncak saat massa dilempari oleh orang tak dikenal di tikungan kantor Balai Wilayah Sungai saat hendak pulang.

Massa yang emosi kembali melakukan pengejaran ke arah rumah korban dan bertemu dengan Yakob Matatula (23). Naas, Yakob yang berusaha menyelamatkan diri justru terkena anak panah di bagian punggung sebelah kanan.

Kasi Humas Polresta Ambon dan Pp Leasse, Ipda Janete.S. Luhukay yang dikonfirmasi Kamis (12/2/2026) membenarkan insiden tersebut.
Dua mahasiswa yang menjadi korban adalah Mikael Anakotapary mengalami luka panah pada paha atas sebelah kiri, dan Yakob Matatula (23) luka panah pada bagian punggung kanan.

Kedua korban telah dilarikan ke RSUP Dr. J. Leimena pada pukul 00.45 WIT untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Aparat kepolisian dari Polsek Teluk Ambon masih berjaga di lokasi kejadian guna mengantisipasi adanya bentrokan susulan. Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.(MM)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *