Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Wali Kota Ambon Ajak Gereja Selaraskan Pelayanan dengan Prioritas Pembangunan Kota

47
×

Wali Kota Ambon Ajak Gereja Selaraskan Pelayanan dengan Prioritas Pembangunan Kota

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. –  Wali Kota Ambon Boedewin Wattimena mengajak gereja untuk menyelaraskan program pelayanan dengan berbagai prioritas pembangunan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota Ambon.

 

Panggilan ini disampaikan Wattimena saat menghadiri acara Pembukaan Persidangan ke-44 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Silo, yang berlokasi di Jalan A.M. Sangaji, Minggu (09/02/2026).

 

Menurut Wali Kota, keterlibatan pemerintah dalam kegiatan persidangan gerejawi memiliki makna penting, yaitu untuk membangun pemahaman bersama dan kerja sama sinergis dalam upaya menyejahterahkan warga kota yang juga merupakan umat gereja.

 

“Tujuannya kita sama saja: bagaimana cara kita memajukan kesejahteraan masyarakat Ambon di tengah berbagai tantangan pembangunan yang akan dihadapi tahun ini,” ucapnya dalam sambutannya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengusulkan beberapa isu strategis yang dapat menjadi bahan pembahasan dalam persidangan, antara lain:

– Ketahanan Pangan: Mendorong pembangunan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan juga di lingkup jemaat melalui program pertanian atau ketahanan pangan lokal.

– Lingkungan Hidup: Melakukan edukasi terhadap umat tentang pengelolaan sampah yang baik dan pentingnya menjaga kelestarian alam serta ekosistem di Kota Ambon.

– Kamtibmas dan Investasi: Bersama-sama menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai dasar untuk menarik investasi, yang pada gilirannya akan membuka lapangan kerja baru bagi warga.

– Evaluasi Internal: Memanfaatkan persidangan sebagai ruang untuk mengevaluasi program kerja serta pengelolaan keuangan jemaat agar lebih transparan, akuntabel, dan efektif.

 

Selain itu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya menangani masalah konten digital dan etika sosial di masyarakat. Ia memberikan perhatian serius terhadap kasus perilaku menyimpang yang seringkali dipublikasikan dengan cara yang tidak pantas dan vulgar di media sosial.

 

“Pemerintah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika sudah melakukan berbagai upaya imbauan kepada masyarakat. Kita semua harus menjunjung tinggi nilai-nilai etika, adat istiadat, dan budaya khas Maluku. Jika ada hal yang ingin dipublikasikan, usahakan jangan dibuat dengan cara yang vulgar. Mari kita menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitar, bukan sebaliknya,” tegasnya.

 

Terkait dengan pelanggaran hukum atau perilaku menyimpang yang telah viral di dunia maya, ia menjelaskan bahwa proses penanganannya akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Ia berharap seluruh warga Ambon dapat lebih bijak dan beretika dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun dalam ruang digital.

 

“Oleh karena itu, saya sangat berharap Persidangan ke-44 Jemaat GPM Silo dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang tidak hanya mampu menjawab berbagai pergumulan yang dihadapi umat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi Kota Ambon menuju arah yang lebih baik dan sejahtera,” pungkas Wali Kota Boedewin Wattimena. (MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *