AMBON, MM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Maluku telah melaksanakan acara pelantikan sekaligus rapat kerja pengurus Badan Koordinasi (BADKO) periode 2026-2028. Kegiatan yang bertujuan memastikan kelancaran jalannya organisasi serta penguatan sistem kaderisasi berlangsung pada hari Jumat (09/01/2026) di lantai 5 Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, dengan pelantikan langsung dilakukan oleh Sukri, Ketua Bidang Pengembangan Aksi dan Organisasi (PAO) Pusat Besar (PB) HMI.
Dengan pelantikan ini, telah resmi ditetapkan susunan kepengurusan baru, di mana Andi A Sagama menjabat sebagai Ketua Umum BADKO HMI Maluku, sementara Sahrul Wadjo ditempatkan sebagai Sekretaris Umum.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain perwakilan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yaitu Asisten I Provinsi Maluku Jamalludin Salampessy, perwakilan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, sejumlah anggota dewan dari tingkat Provinsi Maluku, Kota Ambon, dan Kabupaten Tual, serta perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan dan undangan khusus lainnya.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten I, Gubernur Maluku menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan pelantikan. Ia menegaskan bahwa HMI sebagai organisasi kader telah memiliki sejarah panjang dalam pembangunan bangsa, melahirkan banyak tokoh nasional, serta berperan penting dalam pengawalan nilai-nilai keislaman dan keilmuan di Indonesia. Tema pelantikan tahun ini, “Transformasi Kepemimpinan HMI Menyambut Indonesia Emas 2045”, dinilai sangat relevan dengan dinamika perkembangan dan tantangan pembangunan bangsa saat ini. Untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, HMI diharapkan mampu melakukan transformasi dalam pola kepemimpinan dan sistem kaderisasi agar dapat terus berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan negara.
Sebagai Ketua Umum BADKO HMI Maluku, Andi A Sagama menyampaikan dua program prioritas utama yang akan dijalankan selama masa jabatannya. Pertama, penguatan kapasitas internal organisasi melalui program pelatihan kader berjenjang (Pelatihan Kader 3), dengan tujuan menghasilkan kader yang berkualitas, berintegritas, dan mampu berperan penting dalam berbagai sektor pembangunan. Kedua, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kota/kabupaten di seluruh wilayah Maluku untuk mengembangkan potensi lokal dan mengoptimalkan kemampuan unggulan daerah. Ia juga menyatakan komitmen HMI Provinsi Maluku untuk aktif mendorong terwujudnya kebijakan yang mendukung pembangunan berbasis Provinsi Kepulauan dan konsep Indonesia Kepulauan yang lebih kokoh.
Mengenai makna esensial dari transformasi kepemimpinan, Andi menjelaskan bahwa setiap zaman memiliki dinamika dan perkembangan yang berbeda, sehingga metode dan pola kepemimpinan harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi terkini. Sebagai contoh, di era kemajuan teknologi digital saat ini, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memahami, mengelola, dan memanfaatkan perkembangan teknologi guna mendukung pertumbuhan organisasi dan kontribusi yang lebih efektif.
Ia juga mengajak generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa di Maluku, untuk bergabung dengan HMI, karena organisasi ini berkomitmen untuk membentuk mereka menjadi pemimpin yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Saat ini, HMI Provinsi Maluku memiliki tujuh cabang yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten di wilayah Maluku, dengan jumlah kader yang mencapai ribuan orang, di mana cabang Kota Ambon menjadi cabang dengan jumlah anggota dan kader terbesar.
Sementara itu, Sekretaris Umum BADKO HMI Maluku Sahrul Wadjo menambahkan bahwa organisasi akan berperan aktif sebagai pengawal segala bentuk agenda pembangunan negara dan daerah, sekaligus menjadi wahana yang representatif untuk menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat. HMI Maluku juga siap untuk menjadi mitra pemerintah dalam mengawal implementasi program strategis nasional dan daerah, seperti pengembangan Pelabuhan Terpadu Maluku (Maluku Integrated Port), hingga mencapai target yang telah ditetapkan. Selain itu, organisasi juga akan fokus mendorong pengembangan industri hilirisasi sagu di wilayah Kepulauan Seram Bagian Timur, serta akan mengkonsolidasikan upaya ini bersama seluruh cabang di wilayah kerja untuk kemudian diusung sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam kongres HMI yang akan datang. (MM10)
















