AMBON ,MM. – Harapan masyarakat dua jazirah akhirnya menemukan jawabannya. KMP Maluku Indah 01 resmi kembali beroperasi pasca doking, menandai babak baru konektivitas laut Hitu-Luhu (HL) yang selama ini dinanti warga Hitu, Kabupaten Maluku Tengah dan Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Kapal tipe 106 GT itu memulai pelayaran perdananya dari Pelabuhan Huseka’a Hitu menuju Luhu, Rabu pagi (25/11/2025), disaksikan langsung jajaran manajemen PD Panca Karya. Direktur Utama PD Panca Karya Rany Tualeka, Direktur Keuangan Maya Kailola, Direktur Operasional Syaifuddin Go, serta Dewan Pengawas Joni Wattimena dan Oyang Nego Petrusz, Ayu Hasanusi, Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Muhammad Malawat, hadir memastikan layanan kapal berjalan aman dan siap melayani kebutuhan masyarakat.
Wujud Sapta Cita Gubernur Maluku untuk Konektivitas
Pengoperasian kembali KMP Maluku Indah 01 bukan sekadar pengadaan layanan transportasi laut. Ini adalah pemenuhan salah satu agenda prioritas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada Sapta Cita Lawamena, khususnya poin kelima yang menekankan pembangunan konektivitas antar pulau dan pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
Dirut PD Panca Karya Muhamad Rany Tualeka menyebut, kehadiran kapal ini adalah manifestasi nyata komitmen pemerintah provinsi.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah untuk mengurangi disparitas. Jalur Hitu-Luhu adalah prioritas Pak Gubernur, dan hari ini janji itu benar-benar terwujud,” ujarnya.
Meski mengakui masih ada kekurangan infrastruktur, Tualeka menegaskan PD Panca Karya memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperbaiki layanan “Par Maluku Pung Bae”.
“Perlahan kami benahi. Yang terpenting pemerintah hadir terlebih dulu memberikan solusi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Raja Hitu agar layanan kapal bisa dimaksimalkan,” tambahnya.
Kapal Mini, Fasilitas Nyaman dan Ramah Masyarakat
KMP Maluku Indah 01 digadang sebagai versi mini Bahtera Nusantara 02. Kapasitasnya cukup ideal untuk lintasan keperintisan antar-kabupaten dengan penumpang 80 orang, sepeda motor 50 unit. Jarak tempuh 24 mil, waktu perjalanan 2,5 jam (sekali jalan), Pulang Pergi (PP) 5 jam. Jadwal harian Hitu-Luhu 09.00 WIT, Luhu-Hitu 14.00 WIT.
Fasilitas kapal dinilai memadai, mulai dari ruang ber-AC hingga area penumpang yang lebih nyaman dibanding transportasi laut kecil yang selama ini digunakan warga.
Bagi masyarakat Luhu dan Hitu, kehadiran kapal ini bukan sebatas transportasi, melainkan jawaban atas kebutuhan yang sudah lama tak terpenuhi.
Dela, warga Luhu Lama, menyampaikan rasa syukurnya, “Katong nai langsung, seng tunggu speed, seng berdesakan. Nyaman sekali. Ini pertama kali kami naik, senang dan berbahagia karena fasilitasnya bagus, full AC,”ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih langsung kepada Gubernur Maluku dan PD Panca Karya, “Terima kasih banyak untuk Pak Gubernur dan PD Panca Karya. Kapal ini betul-betul bantu katong. Semoga tetap jalan terus supaya masyarakat Hitu-Luhu tidak susah lagi.”
Warga lain yang ikut dalam pelayaran perdana juga menyampaikan hal senada. Mereka menilai kehadiran kapal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat wilayah pesisir dan kepulauan.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Muhamad Malawat mengakui masih ada pekerjaan rumah besar pada sisi infrastruktur darat. Dermaga Hitu maupun Luhu belum memiliki fasilitas penyeberangan yang ideal.
“KMP Maluku Indah 01 masih pakai pelabuhan laut di dua sisi. Rencana pelabuhan penyeberangan di Luhu sudah disiapkan, tinggal anggaran. Sedangkan studi pelabuhan di Wakal sudah rampung,” jelasnya.
Jika fasilitas penyeberangan telah dibangun, jalur Hitu-Luhu diproyeksikan menjadi salah satu koridor mobilitas penting yang membantu menurunkan disparitas harga dan memperlancar arus barang serta manusia di dua wilayah.(MM-9)

















