Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

123.522 Keluarga di Maluku Terima Bantuan Pangan Nasional, Gubernur: Harus Tepat Sasaran

88
×

123.522 Keluarga di Maluku Terima Bantuan Pangan Nasional, Gubernur: Harus Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Pemerintah menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng kepada 123.522 kepala keluarga (KK) di Provinsi Maluku.

 

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kesehatan Pelabuhan Ambon, pekan kemarin dan menjadi bagian dari program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan serta menjaga daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.

 

Penyaluran bantuan pangan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Tingkat Menteri bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada 22 September 2025, terkait paket kebijakan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang diarahkan langsung oleh pemerintah pusat.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa bantuan pangan ini bukan hanya kegiatan administratif, melainkan bukti konkret kehadiran negara dalam menjamin hak dasar rakyat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku.

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat. Penyaluran cadangan pangan ini bukan sekadar simbolik, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan rakyat di seluruh pelosok negeri,” tegas Lewerissa.

 

Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut disalurkan kepada 123.522 KK di 11 kabupaten/kota se-Maluku, dengan rincian: Kota Ambon 10.050 KK, Buru 11.524 KK, Buru Selatan 5.398 KK, Maluku Tengah 29.375 KK, Seram Bagian Barat 16.352 KK, Seram Bagian Timur 10.124 KK, Kota Tual 4.843 KK, Maluku Tenggara 10.358 KK, Maluku Barat Daya 7.175 KK, Kepulauan Tanimbar 10.521 KK, dan Kepulauan Aru 7.653 KK.

 

Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan sekaligus (Oktober–November 2025), dengan mekanisme distribusi melalui Perum Bulog Maluku-Malut dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.

 

“Saya ingin menegaskan, bantuan ini harus tepat sasaran dan tepat waktu. Data penerima harus valid, distribusi harus efisien. Jangan sampai ada warga yang berhak, tetapi tidak menerima,” tegas Gubernur.

 

“Negara tidak boleh abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan ini harus benar-benar membantu meringankan beban rakyat, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan,” tambahnya.

 

Lewerissa juga mengingatkan bahwa penyaluran cadangan pangan ini adalah langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah tantangan ekonomi nasional.

 

“Kita tidak bisa hanya berbicara soal pembangunan infrastruktur. Ketahanan pangan adalah fondasi kesejahteraan. Pemerintah harus memastikan setiap keluarga di Maluku memiliki akses pada pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya dengan tegas.

 

Gubernur menutup sambutannya dengan pesan kepada seluruh pihak terkait agar terus memperkuat koordinasi lintas sektor.

 

“Saya minta Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, TNI-Polri, dan pemerintah kabupaten/kota untuk bekerja cepat, akurat, dan transparan. Karena setiap butir beras yang disalurkan hari ini adalah wujud tanggung jawab kita terhadap rakyat,” pungkas Lewerissa.

 

Dengan penyaluran bantuan pangan ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam akses terhadap kebutuhan pokok, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dari wilayah paling timur Indonesia.(MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *