AMBON,MM. – Setelah melakukan kunjungan ke Kabupaten Buru, Gubernur Maluku langsung melanjutkan perjalanan menuju Negeri Kailolo dan Kabauw di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Rabu (10/9).
Kedatangannya bersama Forkopimda untuk menengahi bentrokan antar dua negeri tetangga yang terjadi pada Selasa (9/9) dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka, buntut dari dugaan penganiayaan, sehingga memunculkan ketegangan di kedua negeri yang sebelumnya dikenal memiliki hubungan harmonis.
Untuk meredakan situasi dan memastikan proses hukum berjalan dengan lancar, Gubernur Maluku bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolresta Ambon AKBP Yoga Setya, dan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, langsung turun ke lapangan.
Gubernur yang disambut antusias oleh masyarakat setempat dalam pertemuan tersebut, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang damai dan sesuai dengan hukum. “Saya hadir bersama Forkopimda untuk memastikan situasi di sini tetap terkendali dan bahwa masalah ini diselesaikan dengan adil, tanpa ada tindakan main hakim sendiri,” ujar Gubernur Maluku di hadapan tokoh masyarakat Kailolo dan Kabauw.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum yang sedang berjalan. “Jangan biarkan provokasi dari pihak luar mengganggu kedamaian yang selama ini sudah terjalin baik di kedua negeri ini,” tambahnya.
Kehadiran Kapolda Maluku dan Kapolresta Ambon menjadi simbol kepastian bahwa proses hukum akan diproses secara transparan dan profesional. Gubernur juga mengingatkan kepada warga untuk menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat yang berwenang agar tidak terjadi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam dialog yang penuh keakraban tersebut, tokoh masyarakat Kailolo dan Kabauw menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian cepat yang diberikan oleh pemerintah dan aparat keamanan. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga keamanan dan menciptakan kedamaian.
“Saya sangat menghargai komitmen Gubernur bersama Forkopimda yang datang langsung untuk menangani masalah ini. Kami berharap semuanya bisa selesai dengan baik dan tidak ada lagi yang harus terlibat dalam konflik ini,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Gubernur juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, adat, pemuda, dan masyarakat umum, untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan memperkuat ikatan sosial antar negeri. “Mari kita semua bergandengan tangan untuk memastikan bahwa situasi ini kembali damai dan harmonis, seperti yang kita inginkan,” pungkasnya.
Aksi cepat dan tegas dari pemerintah ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap agar kedamaian dapat segera terwujud dan tidak ada lagi pihak yang merusak tatanan hidup yang telah terjalin dengan baik selama ini.(MM-9)
















