Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadlinePendidikan

SMAN 4 Ambon Terapkan KKA Sebagai Mapel Pilihan

61
×

SMAN 4 Ambon Terapkan KKA Sebagai Mapel Pilihan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Kepala SMAN 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K mengatakan memasuki tahun ajaran baru 2025/2026 telah ada Permendikdasmen terbaru tentang kurikulum sudah ada yang mengatur tentang Kurikulum Nasional yang menggantikan Kurikulum Merdeka oleh sebab itu kesiapan sekolah yang dipimpinnya itu juga penting.

Demikian antara lain penegasan Tentua kepada wartawan beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

 

Dikatakan, kesiapan sekolah yang dimaksudkan pertama-tama menyangkut pelaksanaan Kurikulum, meskipun demikian, Tentua mengakui jika tidak ada perbedaan yang signifikan antara kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Nasional yang kini  berlaku di dunia pendidikan saat ini.

 

“Ada beberapa hal saja yang kita siapkan, misalnya pertama penerapan koding dan dan kecerdasan artifisial sebagai mapel pilihan.”ujarnya.

 

Ia menjelaskan, jika koding dan artifisial sebenarnya dalam penerapannya,  terintegrasi  dengan pembelajaran IT,  tapi substansi materinya berbeda. Dalam penerapannya akan melibatkan seluruh tenaga guru yang mengajar IT (Teknologi  Informasi) pada kurikulum lama, hanya saja untuk sementara masih jadi mapel pilihan karena pelaksanaan mapel KKA (Kodong dan Kecerdasan Artifisial) ini membutuhkan ketersediaan sarana penunjang, sarana pendukung, khususnya komputer.

 

Karena itu,  pihaknya tidak terburu-buru  menerapkan mapel,  sembari terlebih dahulu menyiapkan sarana pendukungnya yang baik disamping kesiapan siswa peserta didik sendiri.

 

Meskipun demikian, “SMAN 4 Ambon telah memutuskan dalam rapat kerja sekolah untuk dalam tahun ini harus melaksanakan koding sebagai mapel pilihan. adi nanti Katong pilih anak-anak yang dong punya pilihan mau untuk menekuni KKA ini yang nantinya Katong harus akomodir dong di mapel pilihan di Kecerdasan Artifisial.”tambah Tentua.

 

Siswa tersebut, lanjut Tentua , akan masuk dalam program tetapi juga masuk dalam kegiatan reguler  setiap hari.

Selanjutnya Tentua menjelaskan jika saat ini sekolahnya tidak bisa membuka terlalu banyak karena ketersediaan komputer.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *