Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Tanimbar Jadi Panggung Konsolidasi 10 Ribu Kader Pemuda Katolik, Agenda Masela Menguat

4
×

Tanimbar Jadi Panggung Konsolidasi 10 Ribu Kader Pemuda Katolik, Agenda Masela Menguat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Oktober 2026, mulai diarahkan bukan sekadar sebagai agenda konsolidasi organisasi, tetapi sebagai momentum membawa sejumlah isu strategis Maluku ke tingkat nasional.

 

Dukungan penuh terhadap agenda tersebut datang dari Ketua Umum Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Luky A. Yusgiantoro dan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma.

 

Informasi yang diperoleh dari Jakarta melalui Persatuan Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) Cabang Maluku, Minggu (9/8/2026), menyebutkan kedua organisasi tersebut sepakat memperkuat kolaborasi untuk menyukseskan agenda yang akan mempertemukan kader Pemuda Katolik dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Pertemuan persiapan telah dilakukan di Jakarta bersama Ketua Komisariat Daerah Maluku Dominicus Deise Oratmangun, Ketua Panitia Constansius Kolatfeka Akbar, Sekretaris Matias Neis Watunglawar serta jajaran tim persiapan lainnya.

 

Konsolidasi tersebut membahas kesiapan teknis sekaligus substansi kegiatan yang akan dikemas melalui Apel Kebangsaan 10 Ribu Kader Pemuda Katolik dan Seminar Nasional.

 

Bukan Sekadar Mobilisasi Massa

 

Agenda Oktober tersebut dirancang untuk memperkuat konsolidasi generasi muda Katolik sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan dan ideologi Pancasila.

 

Namun, skala kegiatan yang melibatkan hingga 10 ribu kader membuat agenda tersebut memiliki dimensi lebih luas.

Pemuda Katolik tidak hanya diposisikan sebagai peserta kegiatan, tetapi diarahkan menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan strategis bangsa.

 

Sejumlah isu yang akan mendapat perhatian antara lain pemberdayaan ekonomi masyarakat, literasi kebangsaan, geopolitik, ketahanan energi, pembangunan wilayah 3T serta penguatan peran generasi muda dalam pembangunan nasional.

Tanimbar dipilih sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis.

 

Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan wilayah yang berkaitan langsung dengan agenda ketahanan energi nasional melalui pengembangan Blok Migas Masela.

Karena itu, momentum konsolidasi ribuan kader di Tanimbar akan diarahkan untuk memperkuat perhatian terhadap pembangunan ekonomi daerah dan manfaat pengelolaan sumber daya strategis bagi masyarakat Maluku.

 

 

 

Masela Jadi Salah Satu Agenda Strategis

 

Salah satu isu yang akan dibawa dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penguatan dukungan terhadap Program Strategis Nasional Blok Migas Masela.

 

Kehadiran ribuan kader dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat menjadi ruang untuk membangun pemahaman yang lebih luas mengenai posisi Maluku, khususnya Tanimbar, dalam agenda ketahanan energi nasional.

 

Pembangunan proyek strategis tersebut dinilai tidak boleh berhenti pada aspek investasi dan produksi energi semata.

Dampak ekonomi bagi masyarakat lokal juga menjadi perhatian.

Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, SKK Migas dan pihak Inpex diharapkan dapat membuka ruang pembahasan mengenai manfaat ekonomi, pemberdayaan masyarakat serta peluang keterlibatan pelaku usaha lokal.

 

Agenda tersebut sekaligus diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mendorong pembangunan Maluku.

 

 

Dorong Program untuk Wilayah 3T

 

Selain isu ketahanan energi, agenda Pemuda Katolik juga akan membawa perhatian terhadap pembangunan wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Salah satu yang didorong adalah penguatan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T.

 

Menurut penyelenggara, keterlibatan organisasi kepemudaan dalam isu pembangunan harus diarahkan pada persoalan konkret yang dirasakan masyarakat.

 

Karena itu, kegiatan di Tanimbar diharapkan tidak berhenti pada seremonial, tetapi menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan di tingkat masyarakat.

 

RUU Provinsi Kepulauan Masuk Perhatian

 

Agenda strategis lainnya yang turut mendapat perhatian adalah pengesahan Undang-UndangProvinsi Kepulauan.

Isu tersebut memiliki relevansi kuat bagi Maluku sebagai daerah kepulauan dengan karakter geografis yang berbeda dengan provinsi berbasis daratan.

 

Pemuda Katolik menilai penguatan kebijakan bagi daerah kepulauan perlu terus didorong sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan yang lebih berkeadilan.

 

Dengan membawa isu tersebut ke dalam forum nasional yang melibatkan ribuan kader, diharapkan dukungan terhadap kepentingan daerah kepulauan semakin kuat.

 

Intelektual Katolik Siapkan Pendampingan

 

Ketua Umum ISKA Luky A. Yusgiantoro menyatakan kesiapan kalangan sarjana dan intelektual Katolik untuk memberikan pendampingan konseptual terhadap pengembangan kader muda.

Pendampingan tersebut akan diarahkan pada penguatan kapasitas pemuda dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi dan geopolitik.

Sementara Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menegaskan bahwa keterlibatan kader dari berbagai daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat tali silaturahmi sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian, konsolidasi 10 ribu kader tidak hanya diproyeksikan sebagai kegiatan organisasi, tetapi sebagai ruang mempertemukan gagasan generasi muda Katolik dengan kebutuhan pembangunan nasional.

 

Untuk memperkuat dampak kegiatan, panitia juga membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, SKK Migas, perbankan, sektor swasta dan Inpex.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak sebatas dukungan terhadap pelaksanaan acara.

 

Pihak penyelenggara mendorong agar keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan rekomendasi konkret mengenai persoalan masyarakat dan membuka peluang pengembangan ekonomi lokal.

 

Khusus bagi Tanimbar, kegiatan ini diharapkan memberikan efek ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, sektor jasa, UMKM serta berbagai sektor pendukung kegiatan.

Dengan jumlah peserta yang ditargetkan mencapai 10 ribu kader, agenda tersebut juga berpotensi menjadi momentum promosi potensi daerah sekaligus memperkenalkan Tanimbar sebagai salah satu wilayah strategis dalam pembangunan nasional.

 

Menunggu Momentum Oktober

 

Agenda Apel Akbar dan Seminar Nasional tersebut kini masih dalam tahap konsolidasi.

Selain kesiapan organisasi, panitia juga mempersiapkan berbagai agenda pendukung yang akan melibatkan pemangku kepentingan di Maluku dan tingkat nasional.

 

Waktu pelaksanaan pada Oktober 2026 juga dinilai strategis karena bertepatan dengan upaya mempersiapkan agenda kunjungan perdana Presiden Republik Indonesia ke Tanimbar.

Karena itu, penyelenggara berharap momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membawa langsung berbagai aspirasi Maluku, khususnya mengenai pembangunan kawasan kepulauan, ketahanan energi, pemberdayaan masyarakat dan masa depan generasi muda.

 

Pada akhirnya, keberhasilan Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik akan sangat ditentukan oleh sejauh mana agenda tersebut mampu mengubah konsolidasi massa menjadi kekuatan gagasan.

 

Jika rekomendasi yang lahir dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program konkret, maka Tanimbar bukan hanya menjadi lokasi berkumpulnya ribuan kader, tetapi juga dapat menjadi panggung lahirnya agenda strategis baru bagi pembangunan Maluku dan Indonesia.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *